KUR Jadi Pilihan UMKM Belitung untuk Kembangkan Usaha Pariwisata

JELAJAH NUSA – Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi pilihan para pelaku UMKM di Belitung, Provinsi Bangka Belitung (Babel), untuk mengembangkan usaha pariwisata di wilayahnya. Fakta itu menjadi bukti konkret program KUR sangat dibutuhkan bagi masyarakat dan pelaku UMKM yang tinggal di sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Belitung, Babel.

Tercatat pada 2018, penyerapan KUR di Belitung mencapai Rp 87,8 miliar atau totalnya berjumlah Rp 109,4 miliar di 2 kabupaten mencakup Belitung dan Belitung Timur. Angka itu melebihi target yang sudah ditetapkan.

”Pencapaiannya 114 persen, bahkan pada Oktober 2018 kami sudah tidak lagi menyalurkan KUR kepada masyarakat karena plafon terpenuhi. Tahun ini anggarannya pun ditambah, oleh sebab itu masyarakat didorong untuk memanfaatkan KUR ini,” kata Asisten Manajer Bisnis Mikro BRI Cabang Belitung, Mirza.

Menyikapi hal itu, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Koperasi dan UKM hadir di kawasan yang menjadi 10 destinasi prioritas pariwisata itu. Hal itu sebagai upaya untuk mendorong para pelaku wisata memanfaatkan program perkuatan modal, KUR.

Kepala Bidang Investasi Destinasi Pariwisata Prioritas, Kemenpar, Nurwan Hadiyono, di Hotel BW Suite Belitung, Selasa (5/3/2019), mengatakan, sejauh ini realisasi pelaku usaha yang memanfaatkan KUR Pariwisata di Indonesia semakin banyak.

”Realisasinya cukup bagus, bulan lalu di Mandalika, KUR sudah terserap Rp 700 juta, di Wakatobi ada 8 debitur dan di Kepri saat acara berlangsung sudah ada 4 debitur, dan masih terus bertambah. Sejauh ini realisasi sudah banyak. Saya berharap ada debitur KUR baru di Belitung,” katanya.

Nurwan juga menjelaskan, Kawasan Belitung sebagai salah satu destinasi prioritas pariwisata nasional memang terus didorong pengembangannya. Tidak hanya bagi pelaku usaha yang besar. Pengembangan produk UMKM dan pelaku usaha kecil menengah juga ikut didorong.

”Dengan adanya KUR Pariwisata, kami harapkan, para pelaku bisa melanjutkan usaha. Dan tidak lagi kesulitan dari aspek permodalan. Sehingga sektor pariwisata berdampak positif langsung pada masyarakat,” kata Nurwan.

Kemenpar menggelar sosialisasi KUR Pariwisata yang diikuti oleh sebanyak 100 UMKM di Belitung. Dalam sosialiasi tersebut juga hadir Asisten Deputi Asuransi, Penjaminan dan Pasar Modal, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Ahmad Husein, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung, Hermanto, dan Asisten Manajer Bisnis Mikro BRI Cabang Belitung, Mirza.

”Dengan adanya destinasi wisata di daerah, maka langkah membangun dan mengembangkan produk UMKM akan terasa lebih ringan,” kata Ahmad Husein.

Dengan begitu, lanjut Ahmad Husein, akan menambah motivasi pelaku usaha lain untuk melakukan hal yang sama yaitu sama-sama mengatasi kendala permodalan dengan memanfaatkan KUR. ”Kami terus mendorong agar pelaku usaha wisata dan UMKM Indonesia tidak lagi bingung mengenai masalah permodalan dan mereka terus bisa naik kelas usaha di bidangnya,” pungkasnya. (kemenpar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here