Bandung Kini Miliki Wisata Air Tour

WISATA Air Tour kini tengah berkembang di bebarapa negara termasuk Indonesia. Halikopter bukan lagi sebagai alat transportasi yang digunakan oleh pejabat negara untuk sesuatu yang urgent, melainkan untuk wisata masyarakat umum yang ingin menikmati sensasi lain saat refreshing.

PT Zaveryna Utama sebagai perusahaan penyedia sewaan helikopter kini akan mengembangkan wisata Air Tour. Konsep ini memungkinkan masyarakat umum menikmati layanan haleikopter untuk berbagai keperluan. Mulai dari wedding, medis, bisnis, atau sekedar jalan-jalan melihat keindahan kota dari udara.

Refresentatif PT Zaveryna Utama Maulida Nur Utami mengatakan, pihaknya mulai beropreasi sejak tahun 2011. Saat ini pihaknya tengah menjajaki kerja sama dengan pemerintah Kota Bandung. Zaveryna pun siap menjadikan Air Tour menjadi sebuah tren wisata.

”Kami sedang melakukan penjajakan kerja sama dengan pemkot Bandung. Sudah ada beberapa pejabat yang mencoba naik heli kami,” ujar Maulida kepada Jelajah Nusa.

Pihaknya kini tengah mematangkan teknis penerbangan terutama soal landing. Dia menginginkan, helikopternya bisa ’mangkal’ di Gasibu. Namun hal ini masih dalam kajian apakah diperbolehkan atau tidak oleh pemda. Yang jelas jika warga ingin charter, helikopter selalu tersedia di Bandara Halim Perdana Kusuma dan siap diterbangkan ke Bandung dan landing di Bandara Husein Satranegara.

Dia menambahkan, saat ini Zaveryna memiliki empat unit halekopter yaitu BELL 206 L4 sebanyak dua unit, BELL 2016 B3 satu unit dan BELL 407 satu unit.

Sementara itu, Ketua Airline Operator Commite Suherman menyambut baik konsep yang ditawarkan Zaveryna menjadikan Bandung sebagai salah satu destinasi Air Tour. Menurut dia, kini zaman sudah sangat modern sehingga warga bisa dengan mudah naik halikopter.

”Manfaatnya banyak seperti untuk menghindari macet, bisa untuk wedding, apalagi untuk kepentingan medical. Jadi kita akan lebih cepat sampai ke tujuan,” ujar Suherman.

Menurut dia, helikopter bisa menjadi solusi bagi sebagian orang dengan tingkat mobilitas yang tinggi. Dia berharap, pemerintah daerah bisa mendukung dan memfasilitasi.

Terkait harga, lanjut dia, helikopter pun masih sangat terjangkau oleh kalangan menengah. Sekali terbang dalam waktu 30 menit penumpang dikenakan tarif sekitar Rp 20 jutaan. Jika kapasitas helikopter delapan seat, maka bisa memuat tujuh penumpang plus satu pilot. (Taofik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here