Friday , November 16 2018
Home / Destinasi / Presiden Kian Optimis Pariwisata Jadi Sektor Primadona

Presiden Kian Optimis Pariwisata Jadi Sektor Primadona

Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berkunjung ke Raja Ampat beberapa waktu lalu. Jokowi optimis pertumbuhan pariwisata Indonesia terus membaik. Foto:Dok

JELAJAH NUSA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa optimis bahwa ke depan sektor pariwisata akan tumbuh makin pesat. Indikator ini terlihat dari pertumbuhan positif sektor pariwisata Indonesia dari tahun ke tahun.

Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo dalam sebuah wawancara dengan salah satu stasiun TV swasta.

“Untuk target kunjungan wisatawan tahun ini, saya optimis. Kita lihat saja nanti. Menteri Pariwisata kita Bapak Arief Yahya sangat optimistis sekali. Dan kelihatan sekali memang pertumbuhan pariwisata Indonesia tertinggi di dunia,” papar Presiden.

Berdasarkan data Travelport, pertumbuhan pariwisata Indonesia tahun 2017 mencapai 25,68%. Atau menjadi pertumbuhan pariwisata tertinggi di dunia.

Yang menggembirakan, sumbangan devisa dari pariwisata tahun tahun 2017, mencapai US$ 13,5 miliar. Menempati nomor 2, dan melampaui sumbangan devisa migas.

“Benar, dan kita juga harapkan tahun 2020, devisa dari pariwisata bisa melampaui CPO yang saat ini masih nomor satu penyumbang devisa di Indonesia. Ini (pariwisata) akan menjadi sebuah motor penggerak ekonomi Indonesia. Dan yang paling kita senangi, efek ekonomi dari pariwisata bisa menetes sampai ke bawah,” paparnya.

Presiden juga menilai, jika semua sektor tetap berjalan dengan sama baiknya maka kekuatan ekonomi Indonesia akan luar biasa.

“Sampai saat ini semua berjalan baik, ekspor migas jalan, ekspor non migas jalan, ekspor industri jalan, sektor pariwisata juga jalan. Keseimbangan itu akan menjadi kekuatan besar ekonomi indonesia,” tuturnya.

Tidak hanya itu, Presiden juga berharap pariwisata Indonesia bisa bersaing dengan Thailand dan Malaysia yang mampu mendatangkan wisatawan mancanegara dalam jumlah yang sangat besar.

Pembandingnya adalah Thailand. Kunjungan wisatawan asing di sana sampai 35 juta. Sedangkan Malaysia 27 juta. Kita memiliki banyak tempat tempat melegenda, tempat yang lebih baik. Jadi kenapa tidak bisa. Kita harus optimis bisa,” paparnya.

“Tapi memang banyak yang harus diperbaiki dan dibenahi. Itulah kenapa kita harus bergerak cepat di lapangan. Termasuk memperbaiki infrastruktur untuk menunjang pariwisata. Dan itu juga harus terintegrasi agar memperkuat pariwisata,” paparnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut gembira dukungan Presiden Joko Widodo terhadap pariwisata Indonesia. Sebab, dukungan tersebut akan membuat pertumbuhan sektor pariwisata semakin cepat.

“Pariwisata tidak bisa berdiri sendiri. Itulah fungsinya Indonesia Incorporated. Semua bergerak semua bekerja sama. Tujuannya untuk membangun Indonesia. Dengan semangat Indonesia Incorporated, pertumbuhan sektor pariwisata akan semakin pesat. Dan bisa berdampak positif bagi seluruh masyarakat,” katanya.

(adh/BS)

Check Also

Ini Moment Tepat Owner Hotel Ikut Anugerah PHRI 2018

JELAJAH NUSA – Pemerintahan telah mencanangkan bahwa industri pariwisata diproyeksikan menjadi lokomotif ungulan penggerak ekonomi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

bankbjb.co.id