Wednesday , August 22 2018
Home / Destinasi / Pesan Presiden, Garut Harus Jaga Kualitas Event GPBG

Pesan Presiden, Garut Harus Jaga Kualitas Event GPBG

Menteri Pariwisata Arief Yahya menabuh drum menandai dibukanya Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2018,Kamis (22/2/2018) di Gor Ciateul Garut. Menteri didampingi Pjs Bupati Garut Ir Kusmayadi (kiri), Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti  dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ferdiansyah. Foto:Jelajah Nusa/Adhi

JELAJAH NUSA – Hujan yang mengguyur Kota Garut tak membuat surut warga untuk menyaksikan momen pembukaan Gebyar Pesona Budaya Garut 2018. Semua  pejabat pemerintahan daerah,tokoh masyarakat,pemuda,alim ulama menyatuh dalam kemeriahaan event tahunan yang sudah berlangsung 16 kalinya ini.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun akhirnya meminta kepada semua pihak untuk terus menjaga kualitas event Gebyar Pesona Budaya Garut 2018. Pasalnya, setelah masuk menjadi Calender of Event (CoE) 2018 Kementerian Pariwisata (Kemenpar), sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahwa event itu harus digelar dengan kualitas tinggi.

Perwakilan Dubes Afganistan Zalmai Wafamal saat memberkan sambutan di acara GPBG 2018. Ia mengapresiasi acara ini karena Garut ternyata memiliki banyak ragam budaya dan keindahan alamnya. Foto:Jelajah Nusa/adhi

“Kita semua patut bangga karena Garut masuk ke dalam 100 kalender event nasional. Nah,  kalau sudah masuk kalender event, harus sangat bagus, kurasinya harus bagus, ini permintaan bapak Presiden, musik aransemen harus bagus, desainer harus bagus, koreografer harus bagus, sehingga event ini akan terjaga kualitasnya,”kata Menpar Arief Yahya dalam sambutan resminya di acara puncak Gebyar Pesona Budaya Garut 2018 di Lapangan Gor  Bela Diri Ciatel, Garut, (22/02/2018).

Para penari memasuki lapangan pertunjukan di acara GPBG 2018 yang berlangsung meriah. Foto:Jelajah Nusa/hani

Lebih lanjut Menpar mengatakan, untuk menjaga kualitas sebuah event, Menpar sudah menginstruksikan kepada semua bawahan dan perangkat di Kemenpar untuk terus memperhatikan semua event maupun festival yang ada di Indonesia terutama yang sudah masuk ke dalam CoE 2018.

“Salah satunya adalah kami akan membentuk dan membuat kelas khusus terkait untuk pelaksanaan event, para peserta akan diundang terutama yang eventnya masuk ke kalender event, ini akan menjadi konsentrasi kami juga,”ujar pria asli Banyuwangi itu.

Pria yang juga mantan Direktur Utama Telkom itu menambahkan, jika Garut ingin menjadi destinasi kelas dunia dan menjadi destinasi utama di tanah air, maka ada hal yang harus diperhatikan dengan baik dan fokus.

Putri Indonesia Jawa Barat 2018 mendampingi Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ferdiansyah menuju panggung acara. Foto:Jelajah Nusa/adhi

“Membangun destinasi itu harus memiliki insir 3A-nya. Ini sangat penting.3A itu adalah akses, amenitas dan atraksi,”kata Menpar.

Menpar membeberkan, untuk urusan atraksi, dirinya sudah tidak meragukan lagi eksistensi Garut. Menpar sudah melihat sendiri begitu kayanya atraksi yang diperlihatkan Garut saat melakukan penyambutan Menpar bersama rombongan.

“Nah, untuk akses, harus kita genjot terus terutama dari bandara utama yang ada, bandara tasik pasti akan jadi international airpot, pemerintah daerah harus menghitung jika dari bandara harus kurang dari 2 jam. Maka dari itu harus juga disiapkan tol, aksesnya harus diperhatikan,” kata Menpar.

Ada penyambutan spesial dalam acara pembukaan GPBG, Menteri Pariwisata Arief Yahya datang ke lokasi acara menggunakan Delman. Foto:Jelajah Nusa/Adhi

Garut juga dinilai Menpar sudah memiliki pemandangan yang indah, alam yang mempesona dan masyarakat yang ramah. Hal tersebut merupakan salah satu modal besar untuk membangun pariwisata.

“Sedangkan untuk amenitas, sangat cocok Garut itu ada amenitas yang bisa berpindah-pindah. Contohnya saja seperti karavan, kemah, rumah telur. Itu semua termasuk amenitas yang bisa dipindah-pindah dan cocok untuk Garut, dengan pemandangannya yang indah,” katanya dengan disambut tepuk tangan meriah para pengunjung yang datang.

Atraksi tari Topeng kolosal yang ditampilkan dalam pembukaan GPBG. Foto:IG

Menpar Arief juga memastikan jika suatu daerah fokus terhadap pariwisata, maka dia menjamin pendapatan perkapitanya akan tinggi.

“Daerah-daerah yang fokus pariwisata pendapatan perkapitanya tinggi, indeks kebahagiaannya juga tinggi, contohnya saja Riau dan Banyuwangi. Karena memang kini Pariwisata merupakan penghasil devisa terbesar kedua mengalahkan minyak dan gas,” kata Menpar optimis.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Ferdiansyah mengucapkan terima kasih atas kehadiran Menpar di acara pembukaan dan bagian puncak dari Gebyar Pesona Budaya Garut 2018. Bahkan Ferdiansyah sangat salut Menpar datang dengan kekuatan penuh dari unsur pejabat di lingkungan Kemenpar.

Berbagai atraksi kesenian dan kebudayaan tampil total di event GPBG 2018. Foto:IG

“Semua petinggi Kemenpar hadir di acara ini, ini membuktikan bahwa Kemenpar sangat perduli dengan pariwisata Garut, dan ini juga bukti bahwa DPR RI bersinergi positif dalam membangun pariwisata di tanah air,” kata Ferdiansyah.

Gayung ini pun disambut Pjs Bupati Garut Ir.Kusmayadi bahwa pemerintah daerah Kabupaten Garut kedepan bertekat menjadikan event tahunan Gebyar Pesona Budaya Garut menjadi leboh menarik lagi. Terutama dalam upaya mengundang banyaknya wisatawan datang ke daerah ini.

(adh)

Check Also

Pesona Keindahan Puncak Eurad Pingping

JELAJAH NUSA – Berbicara  tentang liburan di Lembang, Bandung, Jawa Barat, banyak loh tempat-tempat menarik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

bankbjb.co.id