Wednesday , August 22 2018
Home / Destinasi / Peran Penting LCCT untuk Kejar 20 Juta Wisman

Peran Penting LCCT untuk Kejar 20 Juta Wisman

Menpar Arief menyampaikan pemaparannya dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Sektor Pariwisata Untuk Meningkatkan Devisa Negara di Kantor Kemenko Kemaritiman, Kamis (12/07).

JELAJAH NUSA- Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyatakan pentingnya Low Cost Carrier Terminal (LCTT) untuk mengejar target 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Pertumbuhan penumpang Low Cost Carrier naik 55% per-tahun, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan Full Service Carriers (FSC) yang hanya sekitar 7%. Hal ini disampaikan Menpar Arief dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Sektor Pariwisata Untuk Meningkatkan Devisa Negara di Kantor Kemenko Kemaritiman, Kamis (12/07).

“Target yang diberikan presiden kepada kita menuntut pertumbuhan harus 20 persen, kalau kita ikut Full Service Carriers maka pertumbuhan tidak akan pernah tercapai. Maka harus dengan Low Cost Carrier,” kata Menpar Arief.

Foto: Dok

Indonesia hingga kini belum memiliki LCCT, sehingga low cost carrier yang mendarat di Indonesia seperti Air Asia, Scoot, Jetstar dan lainnya harus menggunakan terminal full service yang harganya lebih tinggi.

Dengan adanya terminal LCC, maka airlines bisa memotong biaya operasional hingga 50 persen, namun akan memiliki traffic yang meningkat dua kali lipat.

Menpar Arief memberi contoh beberapa bandara di  Jepang yang telah membangun LCCT, seperti Bandara Narita, Bandara Kansai, Bandara Naha, dan Bandara Nagoya. Bandara Narita yang baru saja membangun T3 sebagai LCCT pada April 2015 ini, pax traffic LCC-nya terus tumbuh dari 11.5 persen menjadi 31 persen pada 2017 dari pax traffic keseluruhan di Bandara Narita.

“Hasilnya turis inbound ke Jepang tumbuh 33 persen dari tahun 2011 sampai dengan 2015 dan menjadi the fastest rate in the world, mencapai 28,7 juta turis pada 2017,” kata Menpar.

Walaupun LCC identik dengan budget traveler, namun Menpar tidak khawatir bila nantinya wisatawan yang berkunjung memiliki spending yang kecil.

“Contohnya Thailand, punya banyak terminal LCC, namun Average Revenue per Arrival-nya (ARPA) mencapai 1.500 dolar AS. Sementara Indonesia masih di angka 1.200 dolar AS. Tingkat keterisian penumpang (okupansi) pesawat ke destinasi biasanya juga lebih banyak untuk kelas ekonomi,” kata Menpar Arief yakin bahwa penggunaan LCCT tidak mempengaruhi ARPA.

Menpar Arief memproyeksikan pembangunan LCCT di bandara yang telah memiliki lebih dari satu terminal sehingga salah satu terminalnya bisa diarahkan untuk LCCT. Dengan adanya LCCT di Indonesia, tentunya akan ikut mendorong pencapaian target kunjungan 20 juta wisman dari Presiden Joko Widodo.

(ADH/rilis)

Check Also

Pesona Keindahan Puncak Eurad Pingping

JELAJAH NUSA – Berbicara  tentang liburan di Lembang, Bandung, Jawa Barat, banyak loh tempat-tempat menarik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

bankbjb.co.id