Mini Album Grup Orkes PSK ’Menuju Gadun’ Pertahankan Identitas Gaya 70-an

Jelajahnusa.com, BANDUNG –  Bagi yang suka klabing, nama grup orker Pemuda Suka Klabing (PSK) mungkin sudah tak asing lagi. Grup musik ini memiliki banyak keunikan dalam penyajian musiknya.

Diisi oleh tujuh personel yakni Gugum (vokal), Ophe (gitar), Giant (gitar), Vicka (keyboard), Ade (kendang), Otnay (drum), dan Angky (bas) mereka pun berhasil melempar mini album dengan judul ‘Menuju Gadun’. Dari judul album pun lagi-lagi terdengar kocak dan menarik.

Mini album tersebut berisikan enam lagu. Judul lagu dari Group Orkes Pemuda Suka Klabing ini pun terbilang sangat unik dan menggelitik seperti Pacarmu Setua Bapaku ciptaan Sendi J. Purnama, Syukurin ciptaan Ramon Ngiler, Rohmantis ciptaan PSK, Orkes Malam Minggu ciptaan Sendi J. Purnama, Lagu Bang Haji ciptaan PSK dan Tang Ting Tung ciptaan Dhany Irfan.

Orkes Pemuda Suka Klabing yang dibentuk pada tanggal 17 mei 2017 ini terdiri dari 7 personil yang mengusung musik yang disebut “Orkes Masa Gini’.  Group ini mencoba mengembangkan kemampuan di industri musik Indonesia setelah sebelumnya telah mengeluarkan dua single yang berjudul SELEBGRAM dan PEGAWAI RAJUT. Maka kali ini Orkes Pemuda Suka Klabing mencoba membuat album Menuju Gadun yang berisikan enam lagu baru dan dua bonus single yang terdahulu.

Orkes Pemuda Suka Klabing pada awalnya adalah sebuah band yang memulai karirnya dengan tampil di berbagai macam cafe, event, club dll. Penampilan mereka bertujuan untuk memperkenalkan kembali lagu-lagu yang bertemakan orkes melayu yang dikemas dengan segar. Sebagian personil Orkes Pemuda Suka Klabing sendiri merupakan cabutan dari band-band Bandung yang pernah sukses terdahulu seperti Vicka eks Keyboardis Laluna. Ophe eks Gitaris Anima dan Nay eks Drummer Memos.

Sang vokalis, Gugun mengatakan, grup ini mengadopsi tampilan band era 70an. PSK memilih menggunakan celana legging atau ketat yang banyak digunakan kaum hawa. Untuk rambut pun mereka memakai wig agar tampil lebih beda layaknya band-band jadul. Untuk sepatu pastinya PSK banyak memilih menggunakan sepatu boots ketimbang sepatu kets.

”Saat sudah menentukan musik orkes yang kami usung, akhirnya mencari konsep style yang berbeda. Nah, setelah melewati berbagai diskusi kami memilih gaya glam rock dari era 1970-an dengan pakai wig gondrong dan celana ketat until mendapatkan kesan glam rock. Malahan awalnya malu berpenampilan gini, tapi ternyata melihat respon orang tertawa dan senang. Jadi, kami tujuannya ya menghibur,” ujar Gugum. (taofik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here