Bisnis Mulia Owner Mouza, Berdayakan Ibu Rumah Tangga

Owner Mouza Indonesia Dini Fitriyah.

JELAJAH NUSA, BANDUNG – Sebagai negara yang memiliki mayoritas penduduk muslim, bisnis busana muslim di Indonesia sangat menjanjikan. Para pebisnis fashion muslim terus bermunculan.

Meski persaingan sangat ketat, hingga banyak pengusaha fashion muncul dan tenggelam, nyatanya tak sedikit para pengusaha fashion mampu bertahan dan malah berkembang pesat. Salah satunya, Mouza Indonesia yang mampu bertahan dan terus melebarkan sayap usaha di berbagai lini.

Owner Mouza Indonesia Dini Fitriyah mengatakan, kekuatan bisnis Mouza Indonesia terletak pada ketulusan hati memberdayakan para ibu rumah tangga. Dirinya ingin melihat ibu-ibu rumah tangga bisa berbisnis walau dikerjakan di rumah.

”Mouza besar karena keagenan. Saya memberdayakan ibu-ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan lain untuk bergabung dengan kami jadi mitra reseller,” ujar Dini kepada Jelajah Nusa di kantornya, Jalan Golf Barat III Nomor 14, Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (12/3/2019).

Dirinya menuturkan, para reseller benar-benar dilatih dan dididik untuk memasarkan produknya. Pihaknya tak mau lepas begitu saja kepada reseller dalam berjualan.

Owner Mouza Indonesia Dini Fitriyah.

Para reseller diberikan pendampingan, pelatihan pembukuan, ilmu marketing hingga ilmu digital. Dirinya rajin mengadakan pertemuan dengan para reseller, bahkan setiap bulan pihak Mouza melakukan roadshow menemui para reseller.

”Bisnis ini tumbuh dan berkembang berkat jejaring. Jadi, para reseller juga berjualan via online. Jadi kami benar-benar mendampingi reseller. Sampai handphone si reseller pun kami berikan rekomendasi harus yang mana baiknya,” ujar Dini.

Dia menuturkan, sistem keagenan dibagi ke dalam tiga katagori. Untuk distributor minimal modal awal Rp 20 juta, agen minimal Rp 8 juta sedangkan reseller minimal Rp 500 ribu sudah bisa berjualan produk Mouza.

Saat ini, Mouza sudah memiliki lebih dari 5000 reseller yang tersebar di seluruh Indonesia. Bahkan, ada reseller di Malaysia, Thailand, Philipina, hingga Hongkong. Mereka merupakan orang Indonesia yang bekerja di luar negeri dan tertarik menjadi reseller. Namun, ada juga orang luar negerinya yang menjadi reseller.

Lebih lanjut Dini mengatakan, Mouza cepat mendapat respon positif dari para konsumen karena kualitasnya. Dirinya memang memproduksi baju-baju untuk golongan menengah ke atas. Dalam memili bahan pun tidak sembarang. Rata-rata baju produk Mouza menggunakan poliester.

”Kita kan berjualan online. Jadi saya memang meminimalisir komplain dari konsumen. Jika ada komplain, kami buru-buru meminta return dan ongkir kami tanggung,” ujarnya.

Luncurkan Busana Sarimbit Sambut Ramadhan

Ramadhan menjadi momentum luar biasa bagi para pelaku bisnis fashion muslim. Kebutuhan akan fashion akan meningkat beberapa kali lipat dari biasa. Hal ini pun ditangkap oleh Dini sebagai peluang.

Menyambut Ramadhan, Mouza meluncurkan busana muslim keluarga (sarimbit). Tentunya, ini menjadi daya tarik bagi masyarakat yang ingin tampil kompak bersama keluarganya.

”Busana sarimbit sudah kami sounding ke para reseller. Sistemnya purchase order (PO). Sudah kami siapkan sebanyak 3000 busana sarimbit. Alhamdulilah sudah habis juga,” ujarnya.

Dirinya menerapkan PO jauh-jauh hari karena takut kewalahan menghadapi pesanan konsumen. Sehingga, dia berharap satu minggu jelang Idul Fitri sudah beres dan tidak lagi memikirkan bisnis. Dirinya ingin fokus beribadah saja.

Selain busana muslim untuk perempuan dan laki-laki, dirinya juga memiliki produk lain seperti sepatu, manset, kaos dan aksesoris. Ke depan, dirinya akan mengeluarkan produk kosmetik.

Insya Allah, untuk kosmetik masih dalam tahap perizinan dari BPOM,” tegasnya. (taofik)   

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here