STIE Ekuitas Persiapkan Kampus Merdeka

Jajajaan Pimpinan STIE Ekuitas foto bersama dengan pimpinan Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Bandar Lampung.

Jelajahnusa.com, BANDUNG – Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi STIE Ekuitas menyambut baik kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim soal program Kampus Merdeka. Mendikbud menyatakan, ada empat kebijakan yang bisa dilakukan perguruan tinggi dalam Program Kampus Merdeka. Pertama, pembukaan program studi baru. Kedua, sistem akreditasi perguruan tinggi. Ketiga, fasilitas perguruan tinggi yang statusnya masih PTN Badan Layanan Umum dan Satker untuk mencapai PTN-BH. Dan keempat, hak belajar tiga semester di luar program studi mahasiswa tersebut.

Wakil Ketua Bagian Kemahasiswaan STIE Ekuitas Dr. Sudi Rahayu, SE, MM mengatakan, saat Mendikbud mengeluarkan Kebijakan Kampus Merdeka, STIE Ekuitas pun ikut mempersiapkan diri. Salah satunya, dengan menjalin kerja sama dengan beberapa kampus di Tanah Air. Contohnya, perpanjangan MoU antara STIE Ekuitas dengan Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya Bandar Lampung.

”Dari pihak Darmajaya sudah berkunjung ke kampus kami. Sudah ada kerja sama sejak dua tahun lalu. Jadi, kemarin itu kita perpanjang MoU. Kita perjelas lagi secara rinci kerja sama yang akan kita lakukan. Terutama, menyambut kebijakan dari mas menteri (Nadiem Makarim,red) tentang Kampus Merdeka,” ucap Sudi kepada Jelajahnusa.com di kantornya, baru-barui ini.

Sudi menambahkan, MoU dengan Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya meliputi bidang jurnal, penelitian bersama, hingga Kampus Merdeka. Harapannya, antara STIE Ekuitas dan Darmajaya bisa terus bersinergi.

”Kalau kita di sini, melihat Darmajaya itu kampus yang sudah bagus. Di sana banyak pilihan prodi. Jadi nanti ketika Kampus Merdeka resmi diberlakukan, mahasiswa di sini bisa memilih mata kuliah beberapa SKS di sana,” ungkapnya.

Selain dengan Darmajaya, STIE Ekuitas juga telah menjalin banyak kerja sama dengan kampus lain baik kampus negeri maupun swasta di Indonesia. hingga kini, tercatat sudah ada 52 perguruan tinggi yang menjalin kerja sama dengan STIE Ekuitas.

”Sudah ada 52 perguruan tinggi yang kerja sama termasuk dari luar negeri. Hanya saja, kalau dengan luar negeri kita sering mengalami kendala saat mau pertukaran pelajar. Memang biaya kuliahnya gratis namun living cost-nya yang mahal. Seperti di Belanda, sudah ada tawaran namun belum bisa kita ambil. Kita masih mencari yang aple to aple,” imbuhnya. (taofik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here