STP NHI Bandung Pacu Prestasi Mahasiswa Melalui Event NTSC

Ketua STP NHI Bandung Faisal, MM.Par., CHE menyampaikan sambutan saat penutupan NHI NTSC.

Jelajahnusa.com, BANDUNG – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung sukses menyelenggarakan NHI Tourism Skill Competition (NTSC) selama 4 hari pada tanggal 26-29 November 2019 di STP Bandung. Ajang ini diikuti oleh 315 peserta NTSC berasal dari 35 kampus seluruh Indonesia.

Ketua STP NHI Bandung Faisal, MM.Par., CHE, mengatakan, NTSC bertujuan untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, memberi kontribusi bagi pariwisata Indonesia, mengedukasi serta meningkatkan kualitas dan kapasitas SDM sehingga dapat meningkatkan kemampuan akademik dan non akademik mahasiswa pariwisata.

”Event ini untuk memacu prestasi para mahasiswa, menampilkan keahlian, semangat kompetisi dan akan melahirkan 3 C,” ujar Faisal saat penutupan NTSC, 29 November 2019.

3C yang dimaksud Faisal yaitucalibration, confidence dan competition. Menurut dia, STP Bandung sebagai sebuah lembaga tinggi pendidikan memberikan partisipasi dengan membentuk sumber daya manusia pariwisata yang mampu memberikan inovasi dan berkompetisi secara sehat melalui NHI NTSC dengan tema “Be Competitive with Innovative Advantage”.

Dengan memiliki 3 kategori kompetisi yaitu hospitality, travel dan tourism yang terdiri dari 17 mata kompetisi yaitu Making Bed Competition, Bed Decoration Competition, Front Office Competition, Bartending Competition, Flairing Competition, Cup Taters Competition, Latte Art Competition, Manual Brew Competitiion, Asian Junior Chef Challenge, Baker Challenge, Baker Challenge, Tourism English Debate Competition, Hotel Accounting Competition, Tourism Promotion Video Competition, Tourism Business Idea Competition, Tour Package Competition, Guiding Competition dan Culinary Innovation Competition.

”Dengan adanya NTSC diharapkan dapat menjadi wadah bagi para mahasiswa pariwisata memberikan inovasi dan mampu menunjukkan keahlian pada bidangnya masing-masing di tengah industri 4.0 sehingga mampu bersaing di kancah global. Tidak hanya sekedar untuk lomba saja sehingga ada esensi dan makna yang lebih seperti banyaknya persaudaraan, menjalin silaturahmi, dan kolaborasi untuk meningkatkan kapabilitas di masa mendatang,”ujarnya.

Faisal menambahkan,pihaknya berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan ini ditahun 2020 ke level dunia dan lebih besar lagi. ”Sehingga kompetisinya bukan hanya antar perguruan tinggi nasional tetapi perguruan tinggi luar negeri,”ungkapnya.

Lebih lanjut, salah satu kompetisi dalan ajang ini yakni Baker Challenge yang di fasilitasi oleh Baker’s friend, Oven yang di produksi di Indonesia oleh Bakerindo. (taofik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here