STP Bandung Gali Potensi Kuliner Khas Kampung Adat Cireundeu

Jelajahnusa.com, BANDUNG – Event NHI Tourism Forum bertajuk “Enhancig Innovation in Gastronamy for Millennials” yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung pada 21-23 Oktober 2019 ditutup dengan kunjungan ke Kampung Adat Cireundeu di Leuwigajah, Kota Cimahi, Jawa Barat.

Para peserta diajak mengenal budaya kampung tersebut mulai dari kesenian tradisional hingga makanan pokok kampung tersebut. Berbeda dengan kebanyakan warga Indonesia yang mengonsumsi nasi, sebagian besar Kampung Adat Cireunde mengonsumsi olahan singkong yang disebut dengan Rasi.

Rasi merupakan singkatan dari beras singkong. Cara mengolahnya, singkong dibersihkan terlebih dahulu kemudian diparut menggunakan mesin. Parutan singkong diperas dipisahkan antara singkong dan airnya. Singkong yang sudah diperas kemudian dijemur dalam waktu tertentu. Barulah bisa diolah menjadi makanan pokok jika sudah kering. Memasak rasi pun tak beda jauh dengan beras pada umumnya. Rasi bisa dikonsumsi dengan aneka sayur dan lauk pauk.

Para peserta NHI Tourism Forum pun belajar tata cara olahan rasi. Yakni, awug dan eggroll. Kedua panganan tradisional dan modern ini menjadi lahan bisnis kuliner masyarakat setempat.

Chef Widjiono Purnomo CEC, CFBE mengaku senang bisa berkunjung ke Kampung Adat Cireundeu dan melihat langsung bagaimana warga mengolah singkong menjadi berbagai macam kuliner yang enak.

”Tempat ini bagi saya is the best knowledge from distric. Singkong itu sebenarnya kan sepele. Tapi coba lihat di sini, bisa membuat produk-produk yang dibawa ke internasional dan masuk,” ujar Chef Yono.

Chef yang sudah berkarir 43 tahun di Amerika Serikat ini menambahkan, warga Cireundeu patur diapresiasi karena bisa mengolah Singkong menjadi eggroll. Bahkan, kulit singkong bisa dibuat dendeng dengan cita rasa yang berkelas internasional. (taofik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here