667 Mahasiswa Baru Siap Belajar di STP NHI Bandung

Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung Faisal MM.Par.,CHE membuka Studium Generale .

Dr. Frans Teguh MA : Pariwisata Sebagai Core Economy Indonesia

Jelajahnusa.com, BANDUNG – Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung Faisal MM.Par.,CHE membuka Studium Generale bagi 667 mahasiswa baru Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung Tahun Akademik 2019/2020 di Aula Konvensi Lt. 2 Gedung Mandalawangi, STP Bandung, Senin (12/8/2019).
Hadir memberikan pembekalan kuliah perdana yakni Staf Ahli Menteri Bidang Kemaritiman Kementerian Pariwisata Dr. Frans Teguh MA. Dirinya memberikan materi berjudul ”Global Tourism & Millenial Digital Tourism, Trend Prospect and Challenge”.
Selain Frans, kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari Vice President Operation Metropolitan Golden TC Management – Horison Group Bayu Waskito Nugroho dengan materi ”Membangun dan Mengembangkan Karakter Wirausaha dan Digital di Era Millenial”.
Rangkaian lalu diikuti dengan sosialisasi kegiatan Enhaiipreneurship STP Bandung serta Penerimaan Mahasiswa kembali PKN dan Enhaii Hotel Induction Program.
Dalam pemaparannya, Dr. Frans Teguh MA mengatakan, saat ini Pariwisata Sebagai Core Economy Indonesia. Pariwisata Indonesia memiliki banyak keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif.


Menurut dia, Pemerintah Indonesia khususnya Kementerian Pariwisata melakukan beberapa upaya agar periwisata Indonesia menjadi tulang punggung ekonomi.
Pertama, Pariwisata Penghasil Devisa Terbesar. Tahun 2019 Industri Pariwisata diproyeksikan menjadi penghasil devisa terbesar di Indonesia yaitu US$ 24 Miliar, melampaui sektor Migas, Batubara dan Minyak Kelapa Sawit. Dampak devisa yang masuk langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Kedua, Pariwisata dijadikan Terbaik di Regional. Menurutnya, tahun 2019, Pariwisata Indonesia ditargetkan menjadi yang terbaik di kawasan regional, bahkan melampaui ASEAN.
”Pesaing utama kita adalah Thailand dengan devisa pariwisata lebih dari US$ 40 Miliar, sedangkan negara lainnya relatif mudah dikalahkan,” ungkapnya.
Ketiga, Pemerintah aktif melakukan Country Branding Wonderful Indonesia. Hal ini yang semula tidak masuk ranking branding di dunia, pada tahun 2015 melesat lebih dari 100 peringkat menjadi ranking 47, mengalahkan country branding Truly Asia Malaysia (ranking 96) dan country branding Amazing Thailand (ranking 83).
”Country branding Wonderful Indonesia mencerminkan Positioning dan Differentiating Pariwisata Indonesia,” imbuhnya.


Keempat. Pemerintah berupaya melakukan Incorporated (penggabungan). Negara ini hanya akan dapat memenangkan persaingan di tingkat regional dan global apabila seluruh
Kementerian/Lembaga yang ada bersatu padu untuk fokus mendukung Core Business yang telah ditetapkan.
”Maju Serentak Tentu Kita Menang,” tegas Frans.
Kelima, Indonesia Sebagai Tourism Hub Country. Untuk menjadi Trade dan Investment Hub akan terlalu sulit bagi Indonesia untuk mengalahkan negara lain, seperti Singapura. Di lain pihak, Indonesia dapat dengan mudah menjadi destinasi utama pariwisata dunia, sekaligus Tourism Hub. Dengan menjadi tourism hub, yang pada prinsipnya menciptakan people-to-people relationship, maka diyakini Trade dan Investment akan ikut tumbuh dengan pesat.
Keenam, Alokasi Sumber Daya. Setelah ditetapkan sebagai Core Business Negara, maka alokasi sumber daya, terutama anggaran harus diprioritaskan. (taofik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here