Menpar Arief Yahya Hadiri Wisuda 363 Mahasiswa Poltekpar Medan

Jelajahnusa.com, MEDAN – Menteri Pariwisata Arief Yahya menghadiri wisuda 363 mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan. Wisuda digelar di Hotel Santika Dyandra Premiere, Medan, Sumatera Utara, Kamis (18/7).

Mahasiswa yang diwisuda terdiri dari 37 orang lulusan Diploma IV dan 326 orang lulusan Diploma III.  Berdasarkan dari hasil tracer study sebanyak 77% telah bekerja di sektor pariwisata dan sisanya 23% dalam proses menunggu mendapatkan pekerjaaan selama 3,5 bulan kedepan.

Acara ini juga dihadiri sejumlah pejabat lainnya. Seperti Deputi Bidang Pengembangan Industridan Kelembagaan Ni Wayan Giri Adnyani, Gubernur Sumatera Utara Bapak Edy Rahmayadi, dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Bapak Musa Rajekhsa.

Selain itu, juga hadir Pejabat Eselon 1 dan 2 di Lingkungan Kementerian Pariwisata, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, Pimpinan dari seluruh Perguruan Tinggi Pariwisata di lingkungan Kementerian Pariwisata, Pimpinan asosiasi pariwisata dan profesi pariwisata, Ketua dan pengurus Ikatan Alumni Poltekpar Medan. Ada juga Ketua dan pengurus Ikatan Orang tua Mahasiswa Poltekpar Medan, dan para anggota senat, pejabat struktural dan fungsional, serta civitas Poltekpar Medan.

Tema wisuda adalah ”Qualified and Competitive Graduates In Digital Tourism 4.0 Era”. Yang artinya, lulusan berkualitas dan kompetitif di era pariwisata digital 4.0.

”Pariwisata kita sedang menjadi pembicaraan dunia. Karena tingkat pertumbuhan, peluang tenaga kerja, serta peningkatan devisa bagi negara yang jumlahnya luar biasa signifikan. Dan sekolah pariwisata memiliki peminat yang banyak,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya mengatakan, target kunjungan wisata perlu didukung SDM profesional di bidang pariwisata. Menurutnya, saat ini pariwisata sudah menjadi industri mainstream. Artinya, sudah menjadi industri yang diandalkan menjadi penghasil devisa terbesar.

”Untuk mengolah SDM pariwisata, dibutuhkan sekolah seperti Poltekpar Medan ini. Karena industri pariwisata makin butuh tenaga SDM yang profesional,” kata Menpar Arief Yahya.

Menteri asal Banyuwangi itu menambahkan, Kemenpar memiliki target pada 2019 adalah kunjungan wisatawan asing sebesar 20 juta. Sementara target jumlah devisa Rp 240 triliun dan perjalanan wisatawan dalam negeri sebanyak 275 jura.

”Kami berharap, pariwisata bisa memberikan kontribusi 15 persen pada Produk Domestik Bruto (PDB),” tambahnya.

Sementara, Direktur Poltekpar Medan Anwari Masatip mengatakan, wisuda ini adalah moment yang luar biasa. Menjadi kebanggaan bersama melihat Putra dan Putri telah menyelesaikan tahapan awal untuk menuju masa depannya.

Poltekpar Medan dalam melaksanakan pendidikannya dibekali dengan program 3C. Yakni Curriculum, Certification, and Centre of Excelent.

”Kurikulum dirumuskan berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Mutual Recognition Arrengment on Tourism Professionals ASEAN), dan juga capaian pembelajarannya diselaraskan dengan Global Code of Etic of Tourism by UNWTO,” paparnya.

Dia mengungkapkan, Poltekpar Medan telah memperoleh sertifikasi TEDQUAL UNWTO untuk skala internasional. Juga sertifikasi dari BAN-PT untuk akreditasi kampus dan setiap prodi, ISO 9001:2015 untuk skala nasional.

”Saat ini kita sedang dalam proses untuk medapatkan sertifikasi AIPT untuk institusi. Para pendidik juga telah memperoleh sertifikasi dosen dan kita telah menyiapkan para pendidik untuk mengikuti sertifikasi CHE (Certification Hospitality Educator) untuk meningkatkan kualitas SDM yang akan dilaksanakan pada akhir Bulan Juli ini,” tuturnya.

”Sertifikasi dalam bidang pariwisata juga terus kami laksanakan untuk mendukung para mahasiswa untuk masuk kedalam dunia kerja. Melalui Lembaga Sertifikasi Profesi P 1 Poltekpar Medan,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Anwari, penelitian dan pengabdian masyarakat Poltekpar Medan difokuskan di kabupaten sekitar Kawasan Pariwisata Danau Toba. Pada bulan Oktober 2018, pihaknya melakukan kegiatan pelatihan dan pengabdian masyarakat sebanyak 14 kelompok dengan lokus kegiatan di Kabupaten Humbang Hasundutan.

”Ini merupakan salah satu upaya yang dapat kami laksanakan dalam menjalankan tugas Poltekpar Medan sebagai Centre of Excelent untuk mendukung pengembangan Pariwisata Danau Toba. Poltekpar juga menyediakan beasiswa putra daerah,” ungkap Anwari.

Inkubator Bisnis Mahasiswa Poltekpar Medan juga telah diresmikan pada saat Kunjungan Kerja Komisi X DPR RI pada bulan September 2018 yang lalu. Dan saat ini telah menjalankan beberapa program untuk pengembangan kualiatas pendidik dan mahasiswa dalam bidang kewirausahaan.

Deputi Bidang Pengembangan Industri Dan Kelembagaan Kemenpar RI, Ni Wayan Giri Adnyani berharap agar kedepan Poltekpar Palembang dapat secara maksimal menghasilkan insan pariwisata yang handal berstandar global dan tidak melupakan kearifan lokal.

”Dari keenam Politeknik Pariwisata yang ada melalui kurikulum, Kemenpar RI tengah berupaya menumbuhkan jiwa entrepreneur pada 10% mahasiswa agar kedepan para lulusan dapat menciptakan lapangan kerja sendiri,” kata Giri Adnyani.

Untuk informasi, wisudawan terbaik Tahun 2019 adalah Letare Ulima dengan IPK 3.57 (Predikat : Terpuji) dari Program Studi Manajemen Patiseri (MPI). Letare Ulima merupakan anak dari Robinson Siregar. (taofik/rilis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here