Mahasiswa Poltekpar Palembang Kembangkan Desa Wisata Berbasis Digital di Belitung

Foto bersama para mahasiswa dengan warga.

Jelajahnusa.com, BELITUNG – Sebuah Desa di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), menjadi laboratorium mahasiswa. Destinasi wisata bernama Desa Terong ini menjadi tempat praktik para mahasiswa Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang untuk mengembangkan sebuah destinasi yang dikelola masyarakat sekitar dengan strategi digital.

Menurut Direktur Poltekpar Palembang,  Zulkifli Harahap, mahasiswa bisa belajar langsung dengan sumbernya di Desa Terong yang telah berkembang dan menjadi wisata unggulan Kabupaten Belitung saat ini.

”Belitung sudah ditetapkan sebagai Geopark Nasional, dan sekarang dipersiapkan menuju Geopark Global. Desa Terong bisa menjadi pendukung spirit Belitung menuju UNESCO Global Geopark atau UGG. Hal ini sangat bagus bagi mahasiswa menjadikan Desa Terong laboratorium praktek,” katanya usai Bimbingan Teknis Pengembangan Desa Wisata Terong Terintegrasi Berbasing Pendampingan Perguruan Tinggi, Sabtu (6/7/2019).

Tak hanya mahasiswa, dosen pun kata Zulkifli akan terlibat langsung dalam pengembangan Desa Wisata Terong. Hal ini dibutuhkan agar sistem pembelajaran dapat mengacu pada realitas lapangan. Baik dalam teori maupun praktek, serta tantangan yang dihadapi dalam dunia kepariwisataan.

Direktur Poltekpar Palembang Zulkifli Harahap (kanan) bersama Aparat Desa di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel)

”Kampus punya Tridharma Perguruan Tinggi. Yakni pendidikan dan pengajaran, penelitiian dan pengabdian kepada masyarakat. Dua hal terakhir dilakukan dosen sebagai representatif kampus di Belitung,” terangnya.

Lebih jauh Zulkifli menjelaskan, pengembangan Desa Wisata Terong Belitung oleh mahasiswa dan dosen Poltekpar Palembang berbasis pada digitalisasi. Yakni pada sektor pengelolaan destinasi hingga ke promosi produk atau jasa di daerah tersebut.

”Bagaimana Desa Terong dikelola akan didorong dengan digitalisasi. Begitu juga dengan promosi agar cakupannya lebih global. Kan, Belitung akan menjadi UNESCO Global Geopark. Meski yang disuguhkan adalah wisata alam, tapi pengelolaan dan promosinya digitalisasi,” terangnya.

Desa Terong berupakan tempat bekas tambang timah yang dihuni oleh 700 Kepala Keluarga (KK), kini daerah tersebut berubah menjadi asri dengan penyediaan homestay. Ada puluhan homestay di Desa Wisata Terong yang merupakan rumah milik penduduk lokal. Wisatawan yang menginap tidak bosan menikmati keindahan lingkungan yang alami atau buatan.

Desa Terong mempunyai empat destinasi wisata. Selain bekas tambang atau Aik Rusa Berehun, masih ada Bukit Tebalu dan kawasan hutan serta mangrove. Biasanya, wisatawan akan ditawari empat paket wisata ini sekaligus.

Iswandi, warga sekaligus pelopor Desa Terong menjelaskan, bagi wisatawan akan diajak ke Aik Rusa Berehun untuk berkebun. Mereka pun bisa menyantap makanan tradisional seperti makanan Lempah yang berkuah berisi ikan laut dipadu Sambal Rusip.

Setelahnya ke Bukit Tebalu dan kawasan hutan seluas 62 hektar. Juga disediakan jalur Hiking dan Tracking bagi wisatawa dengan pemandangan tanaman herbal untuk obat-obatan di kanan dan kiri jalan. Tak sampai di situ, wisatawan kemudian akan diajak ke hutan mangrove atau bakau untuk melihat budi daya kepiting atau ekowisata. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here