Kreativitas Mahasiswa STP Bandung Ciptakan Healthy Food

Salah satu kelompok peserta Healthy Food Display.

Jelajahnusa.com, BANDUNG – Mahasiswa Semester 5 Program Studi Manajemen Tata Boga Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung menggelar healthy Food Concept Display di Restoran Nusantara STP Bandung, Jalan Dr. Setiabudhi, Kamis (13/6/2019). Healthy Food Concept Display ini merupakan tugas mahasiswa yang diharapkan akan menjadi bisnis kuliner baru.

Ketua Prodi Manajemen Tata Boga STP Bandung Ayu Nurwitasari mengatakan, agenda ini mengangkat tema ”Healthy Food Concept Display Healthy Lifestyle, Sport Nutrition and Special Needs For Start Up Business”.

”Latar belakang dari tema yang diangkat kali ini adalah respon dari perubahan pola hidup masyarakat yang ingin mengonsumsi makanan sehat, terutama kebutuhan akan menu khusus yang berkaitan dengan kondisi masalah kesehatan tertentu ataupun untuk menunjang performa atlet. Program Studi Manajemen Tata Boga sebagai penyelenggara pendidikan vokasi dalam bidang Tata Boga menganggap perlu untuk membekali para mahasiswa semester 5 dengan kompetensi dalam pengolahan berbagai menu tersebut dan menjajaki peluang potensi pasar,” ucap Ayu kepada Jelajah Nusa.

Dalam kesempatan kali ini, Program Studi Manajemen Tata Boga Sekolah Tinggi Pariwisata NHI Bandung bekerja sama dengan para praktisi dan para narasumber dari Perhimpunan Dokter Gizi Medik Indonesia Cabang Jawa Barat (PDGMI Jabar) sebagai pembimbing mahasiswa dalam perumusan menu. Kolaborasi lintas profesi dalam kegiatan Food Display ini bertujuan agar mahasiswa mendapatkan kompetensi dalam pengolahan makanan khusus yang sesuai dengan kaidah gizi serta kualitas produksi yang optimal. Produk yang dihasilkan dibuat dengan memperhatikan pemilihan dan pengolahan bahan makanan, kandungan gizinya.

Selain itu mahasiswa sekaligus dapat menjajaki bidang wirausaha dengan juga memperhatikan rasa, penampilan, dan kemasan produk yang disesuaikan dengan target market sehingga layak jual.

”Adapun pemilihan tema atau menu yang diangkat oleh setiap kelompok mahasiswa sesuai dengan kondisi perkembangan dan kebutuhan yang ada di masyarakat yaitu sebagai berikut: Healthy Food for Healthy Lifestyle, Healthy Food for Diabetic Patients, Healthy Food for Runner Athletes, Healthy Food for Swimmer Athletes, Healthy Food for Cardiovascular Health, Healthy Food for Children with Autism, Healthy Food for Hypertension, Healthy Food for Kidney Insufficiency,” imbuh Ayu.

Kegiatan ini diharapkan menjadi terobosan bagi bidang industri makanan dengan mengedepankan konsep yang berbeda, berkualitas serta didukung dengan sinergi lintas profesi yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat serta menjadi sektor bisnis yang berpotensi besar untuk dilaksanakan. Kegiatan ini mendapat dukungan dari Manajemen Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, PDGMI Jabar dan praktisi lainnya, sebagai Narasumber/pembimbing mahasiswa.

Pemilihan juri dalam kegiatan ini dilakukan berdasarkan latar belakang berbagai profesi, yaitu dari praktisi kuliner Executive Chef dari Hilton Hotel Bandung;  dari aspek kelayakan bisnis diwakili oleh GM dari Ngopie Doloe Indonesia; dan perwkailan dari PDGMI Jabar untuk mengevaluasi hasil pengolahan produk.

Ketua Prodi Manajemen Tata Boga STP Bandung Ayu Nurwitasari (paling kiri) menyerahkan cinderamata dan sertifikat kepada para Dewan Juri.

PDGMI Jabar yang diwakili oleh dr. Yenni Z., SpGK; dr. Rita R., SpGK; dr. Ikbal G., SpGK; dr, Larry T., SpGK; dr. Ade Erni., SpGK; dr. Siska W., SpGK; dr. Nurly H., SpGK, dr. Adhika PR, MKes; dan dr, Sofa R, MKes, menyambut baik dengan diselenggarakannya kegiatan Food Display ini, karena seringkali kegiatan makan sehat atau makanan orang dengan gangguan kesehatan maupun atlet identik dengan rasa dan tampilan yang belum optimal.

Menurut Ayu, kegiatan ini adalah langkah dalam menciptakan produk makanan penunjang terapi masyarakat dengan masalah kesehatan maupun atlet yang mempunyai kandungan gizi sesuai target, penampilan baik, rasa yang enak dan terjangkau. Selaian itu kegiatan ini tentu akan lebih mendekatkan aplikasi ilmu gizi ke masyarakat sekaligus menjadi media edukasi tentang gizi individual yang lebih tepat.

Hasil dari Food Display dengan sinergi lintas profesi ini diharapkan dapat diterima masyarakat, dan terus berkelanjutan sehingga dapat menghasilkan produk yang semakin baik kualitas, harga dan ketersediaannya, sehingga menunjang kebutuhan dan terapi masyarakat yang membutuhkan.

Foto bersamaPihak STP Bandung bersama dewan juri dan narasumber.

Sementara itu, Ketua PDGMI Jabar dr. Yenni Zuhairini mengaku bangga melihat kreativitas para mahasiswa yang sudah seperti chef profesional. Menurut dia, di lapangan saat ini masih kekurangan provider makanan sehat khusus untuk para pasien yang memiliki batasan asupan makanan.

”Kebetulan dari kami juga sebagai pembimbing kelompoknya. Saya melihat mereka (mahasiswa) sudah memiliki modal jika ingin mengembangkan ini untuk bisnis penyedia catering makanan sehat. Saya berharap, STP lebih banyak lagi memunculkan calon chef untuk makanan sehat ini,” ujar Yenni.

Dia mengatakan, kesulitan para pasien adalah dibatasi untuk makanannya. Banyak pasien yang mengeluh harus makan namun tidak berselera. Dengan adanya healthy food ini, bisa membantu masyarakat yang membutuhkan makanan sehat sekaligus enak.

Pembantu 3 Ketua STP Bandung ER Ummi Kalsum mencicipi makanan.

Pembantu 3 Ketua STP Bandung ER Ummi Kalsum mengatakan, Pihaknya memiliki PR untuk menjadikan Bandung sebagai Center of Excellence Wisata Kuliner. ”Ini peluang bagi mahasiswa kita, di mana memiliki kompetensi di bidang food product, beverages dan patiseri. Nah yang saat ini kita lihat ini lebih kepada healthy food production. Saya lihat anak-anak sudah bagus membuat menunya. Ada yang untuk hypertensi, ada yang untuk penyakit jantung, ada untuk anak-anak bahkan ada juga untuk anak-anak autis,” ungkap Ummi.

Dia berharap, dengan kompetensi membuat inovasi dan kreasi baru membuat manfaat bagi mahasiswanya. Di samping supervisi mata kuliahnya juga nilai lebi pengalaman mahasiswa di dalam mempersiapkan menu-menu healthy food yang sangat dibutuhkan masyarakat. (taofik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here