Mahasiswa Pascasarjana STP Bandung Presentasikan Dua Bisnis Baru

Mahasiswa Pascasarjana STP NHI Bandung mempresentasikan proposal bisnis.

Jelajahnusa.com, BANDUNG – Mahasiswa Pascasarjana Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung menggelar Seminar Business Plan bertema ”Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan yang Siap Menghadapi Tantangan Era 4.0 dengan Semangat Muda yang Kreatif dan Inovatif” di Gedung Ciremai, lantai 6, STP NHI Bandung, Senin (27/5/2019).

Seminar tersebut merupakan tugas akhir mahasiswa semester 2 Program Pascasarjana untuk melengkapi nilai Mata Kuliah Inovasi Kewirausahaan. Mahasiswa dibagi menjadi dua kelompok bisnis di mana membuat bisnis dengan brand Foodos dan Kokotoran.

Dosen Pascasarjana STP NHI Bandung sekligus penguji proposal Sukmadi mengatakan, mahasiswa pascasarjana dituntut untuk membuat rencana bisnis dan mengimplementasikannya. Para mahasiswa sebelumnya diberikan pengarahan, namun bidang yang diambil diserahkan kepada mahasiswa.

”Ini dalam rangka menumbuhkan star up bisnis. Ada dua bisnis yang dikerjakan mahasiswa. Pertama yaitu Foodos yang merupakan bisnis catering untuk anak-anak TK dan PAUD. Mereka menggarap segmen midle up. Kedua, Kokotoran yaitu bisnis jasa adventure motor dan mobil trail,” ujar

Menurut dia, Kokotoran sudah ready dan dalam tahap pengembangan. Para mahasiswa dianggap sudah siap menjalankan bisnisnya dan menarik konsumen. Sedangkan Foodos, masih terdapat kekurangan sebelum dibuka untuk umum.

Dia juga mengatakan, dengan seminar ini, mahasiswa akan mendapat masukan yang berharga dari para penguji yang merupakan pakar enterpreneur dari Politeknik Bandung (Polban) dan SBM ITB.

Penguji lainnya, Dina Dellyana mengatakan, dalam seminar ini, yang pertama pihak penguji lihat adalah ide harus baru. Setelah itu, melihat bagaimana proses riset yang dilakukan oleh mahasiswa.

”Kami melihat dulu idenya apakah baru atau tidak, apakah idenya itu betul-betul hasil riset atau bukan. Lalu, kami lihat bagaimana mereka mengejewantahkan idenya tersebut menjadi sebuah proposan bisnis yang benar. Sehingga, jika idenya benar, proposalnya benar, akan menghasilkan produk yang tepat sasaran,” ujar Dina.

Dia pun menilai, dari kedua bisnis yang disodorkan mahasiswa, Kokotoran lebih bisa diterima dan siap bersaing di industri jasa adventure. Sedangkan Foodos, masih terdapat kekurangan yang perlu diperbaiki.

Dia menambahkan, meski masih terdapat kekurang, namun ide dari kedua bisnis tersebut sangat berpotensi dikembangkan. Sebab, keduanya merupakan ide bisnis baru yang belum terlalu banyak diambil orang lain.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana STP NHI Bandung Liga Mohamad Liga Suryadana mengatakan, kegiatan ini sangat positif untuk melatih mahasiswa kemahiran membuat bisnis. Tentu membuat bisnis harus memiliki kemampuan bagaimana dia membuat proposal bisnisnya. Dengan adanya seminar ini, diharapkan mahasiswa memahami perencanaan bisnis yang lebih komprehensif.

”Saat mereka terjun menjadi seorang pebisnis, dia sudah bisa mempersiapkan aspek apakah yang perlu ada di dalam sebuah usaha. Seminar ini melibatkan berbagai kalkukator yang berpengalaman di lapangan. Sehingga ketika mereka menpresentasikan proposal bisnisnya, itu mereka akan memiliki semacam tingkat keyakinan karena sudah diverifikasi ,” ujar Liga. (taofik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here