Poltekpar Medan Bekali Mahasiswa dengan BPJS sebelum Pelaksanaan PKN

Pengarahan dan pembekalan kepada para Mahasiswa Poltekpar Medan yang akan melaksanakan Praktik Kerja Nyata (PKN). Para mahasiswa dilindungi BPJS untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak diharapkan.

Jelajahnusa.com, MEDAN – Demi melindungi mahasiswa dari kejadian yang tidak diharapkan, Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan membekali mahasiswa yang akan melaksanakan Praktek Kerja Nyata (PKN) selama 6 bulan ke depan.

PKN merupakan program yang wajib di jalani oleh setiap mahasiswa sebagai bentuk realisasi pembelajaran dan praktek kerja langsung di sebuah perusahaan perhotelan maupun travel.

Mahasiswa PKN ini disebar ke beberapa daerah di Indonesia seperti Jakarta, Yogyakarta, Bali, Bintan dan beberapa kota di luar negeri sesuai dengan penempatan oleh unit PKN. Mahasiswa akan melaksanakan PKN selama 6 bulan.

”Kita ingin menjamin para mahasiswa aman selama melakukan PKN. memberikan perlindungan selama mereka bekerja dengan menyiapkan fasilitas BPJS,” ujar Direktur Politeknik Pariwisata Medan Anwari Masatip.

Oleh sebab itu sebelum mahasiswa berangkat untuk PKN kita mengadakan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan untuk para mahasiwa.

Kegiatan ini berlangsung pada Hari Selasa, 21 Mei 2019 di Hotel Achmad Tahir Politeknik Pariwisata Medan. Mahasiswa yang akan melaksanakan PKN periode ini sejumlah 135 orang dari Prodi Pengelolaan Perhotelan, Manajemen Usaha Perjalanan, dan Manajemen Perencanaan dan Pemasaran Pariwisata.

”Poltekpar Medan mendatangkan narasumber Bapak Andri dan Ibu Nanda  dari BPJS Ketenagakerjaan  Kota Medan untuk memberikan penjelasan yang detail terkait pembiayaan dan klaim bila terjadi sesuatu selama mahasiswa PKN. Melalui kegiatan ini diharapkan kesadaran mengenai pentingnya memiliki BPJS Ketenagakerjaan meningkat,” ucapnya.

”Mahasiswa  harus mendapatkan jaminan keselamatan kerja selama PKN. Mahasiswa di berangkatkan dengan keadaan fisik yang baik dan harus kembali dengan baik dilengkapi dengan pengalaman bekerja yang dapat dijadikan modal utama untuk bekerja nantinya,” kata Deputi Bidang Pengembangan dan Industri Pariwisata Ni Wayan Giri.

Menurutnya, pihak kampus harus menanamkan pesan dari Pak Menteri Pariwisata harus berpikir dengan benar sehingga cara bertindak kita benar. Belajar dari pengalaman sebelumnya anak-anak mahasiswa harus di bekali dengan perlindungan yang maksimal. Apalagi mereka jauh dari rumah dan pihak kampus tidak mampu memprediksi apa yang akan terjadi.

Dengan terdaftarnya mahasiswa dlm program JKK dan JKM maka mahasiswa akan lebih terjamin keselamatannya selama melaksanakan program magang diindustri. (rilis/taofik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here