Dosen Kuliner STP NHI Bandung Lakukan Pengabdian Masyarakat di Kabupaten Pangkep

Tim Dosen STP NHI Bandung foto bersama masyarakat Kabupaten Pangkep.

Jelajahnusa.com, PANGKEP – Pengabdian kepada Masyarakat merupakan kegiatan yang bertujuan untuk berkontribusi dalam penyelesaian permasalahan yang terjadi di dalam masyarakat. Penerapan ilmu pengetahuan teknologi dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat ini diharapkan akan memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung.

Oleh sebab itu, pengenalan masalah yang terjadi pada lokus haruslah menjadi latar belakang pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan hasil dari observasi terdahulu mengenai lokus yang akan dituju.

Seperti diketahui bahwa branding Pesona Sulawesi Selatan adalah komitmen pariwisata Sulawesi Selatan kepada dunia sekaligus mempertegas posisi tawar Sulawesi Selatan dalam persaingan pariwisata internasional. Branding ini bertujuan untuk menciptakan pariwisata berkelanjutan yang didukung oleh tiga pilar utama yaitu culture, nature, man made, yang bermakna Sulawesi Selatan mempunyai keindahan bawah laut, pantai, gunung, hutan serta beranekaragam hayati.

Hal ini melatarbelakangi dosen kuliner Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung menggelar pengabdian masyarakat Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, pada 27 April 2019 lalu.

Tim dosen yang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat terdiri DR Heru Riyadi MMPar (dosen tata hidang), Susilo Dwi Prabowo MM (dosen patiseri), Djauhar Arifin MM (dosen patiseri), Christian Helmy Rumayar MMPar (dosen tata boga), Dadang Suratman MM (dosen tata boga) dan IGN Poerwanggono MAP (dosen tata hiding).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pangkep Drs Ahmad MSi yang juga membantu memfasiltasi kegiatan pengabdian masyarakat.

Sektor pariwisata unggulan yang dimiliki pulau Sulawesi Selatan adalah kekayaan alamnya yang tidak kalah cantik dibandingkan Bali. Magnet pariwisata alam ini menjadi potensi bisnis akomodasi yang menjanjikan. Pembangunan hotel-hotel dengan harga terendah hingga termahal dapat dijumpai di wilayah ini. Pertumbuhan pariwisata yang cukup pesat ini haruslah diimbangi dengan kualitas pelayanan yang memadai, termasuk penyiapan sumber daya manusia yang cepat dan tepat (Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, 2011).

Kecepatan dan ketepatan itu sangat dibutuhkan, sebab kebutuhan terhadap tenaga kerja pariwisata terus meningkat bersamaan dengan perluasan infrastruktur fisik pariwisata dan tuntutan mutu layanan yang baik kepada wisatawan.

Namun, fakta yang terjadi adalah rendahnya mutu tenaga kerja pariwisata terutama tingkat front-liners. Diduga hal ini disebabkan oleh pendidikan dan keterampilan yang diberikan di tingkat SMK, akademi, sekolah tinggi, hingga universitas belum sesuai dengan output yang ditentukan, sehingga para lulusan kurang mampu bersaing di pasar kerja.

Melihat semua pemaparan tersebut maka kompetensi yang dimiliki oleh calon tenaga kerja pariwisata cenderung tidak mencukupi sebagaimana dipersyaratkan pasar kerja. Kompetensi tenaga kerja pariwisata disini bukan hanya mencakup para pelaku jasa di hotel-hotel berbintang dan restoran-restoran ternama di kota besar, namun juga menyangkut para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) yang bersentuhan langsung dengan para wisatawan di tempat-tempat wisata.

Keterbatasan pengetahuan para pelaku UKM ini mengenai pelayanan jasa masih sangat terbatas sehingga membutuhkan pelatihan dan pendampingan.

Latar belakang inilah yang mendasari perlunya diadakan pelatihan mengenai kualitas pelayanan kepada para pelaku UKM di dekat tempat wisata yang diharapkan akan membuat mereka menjadi mempunyai wawasan yang lebih baik serta menerapkannya kedalam kegiatan usaha mereka sehari-hari.

Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menciptakan pelaku UKM yang berwawasan lebih baik dalam bidang hospitaliti khususnya pelayanan jasa. Aspek yang akan ditekankan dalam pelatihan pelayanan jasa ini adalah pada bidang kualitas pelayanan,metode dasar pembuatan minuman, hygiene dan sanitasi, serta prinsip dan metode dasar memasak dengan teknik yang benar. (rilis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here