Enam PTNP Gelar Workshop Reviu Kurikulum di STP Bandung

JELAJAH NUSA, BANDUNG – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung menggelarReviu Kurikulum Program Studi Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata di gedung Ciremai, STP NHI Bandung, Jalan Setiabudi, Kamis-Jumat (11-12/4/2019). Workshop ini diikuti oleh semua prodi Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP) di Indonesia. STP NHI Bandung sendiri memiliki 14 Prodi, STP Bali 11 Prodi,  Poltekpar Medan 7 Prodi, Poltekpar Makasar 7 Prodi, Poltekpar Lombok 4 prodi dan Poltekpar Palembang 4 Prodi.

Menurut Ketua STP NHI Bandung Faisal, workshop kali ini merupakan yang pertama, setelah ini akan ada workshop lanjutan yang diadakan di PTNP lainnya seperti Bali, Lombok, Medan, Makassar dan Palembang. Setelah itu, terakhir akan melakukan validasi di Kempenar. Dia mengatakan, workshop ini merupakan respon dari perubahan, tantangan dan arahan terkait kurikulum yang ada saat ini.

”Kalau bicara tantangan, saat ini kita bicara era abad 21. Kita masuk industri 4.0 sehingga kurikulum yang ada harus ada penguatan digitalisasi. Jika bisacara perubahan, orientasi pendidikan kita bukan semata-mata penghasilkan lulusan yang siap bekerja namun juga siap berwirausaha di bidang pariwisata. Kalau araha, ini kita tindak lanjut dari Rakor PTP di Poltekpar Lombok dan Rakornas Kemenpar 1 yang mengamanatkan kita melakukan reviu kurikulum,” ujar Faisal kepada Jelajah Nusa.

Sementara itu, salah satu pengisi materi workshop dari SBM ITB Wawan Dhewanto mengisi materi Kurikulum Wirausaha Pariwisata. Menurut Wawan, enam STP yang sedang merancang kurikulum kewirausahaan perlu dikenalkan dosen yang lebih spesifik. Menurut dia, mahasiswa dari prodi apapun bisa menjadi seorang wirausahawan. Bidang pariwisata sangat luas menakup banyak sektor seperti hotel, tour and travel, destinasi wisata, kuliner dan lain-lain.

”Yang penting, harus selalu menanamkan niat kepada mahasiswa apakah mimpinya mau menjadi seorang profesional atau menjadi pengusaha. Dua mimpi ini merupakan mimpi yang mulia. Kita sebagai dosen harus selalu memberi sarana yang mendukung untuk kedua-duanya. Tentu bahwa PTP ini profesional di bidang pariwisata harus tetap diteruskan karena itu kekuatannya, tapi yang ingin jadi pengusaha perlu difasilitasi,” ungkap Wawan. (taofik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here