Menangkan Persaingan, Lulusan STP Bandung Harus Tersertifikasi Uji Kompetensi

JELAJAH NUSA, BANDUNG – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung menggelar kegiatan Uji Kompetensi bagi para mahasiswa Jurusan Pariwisata, Perjalan dan Hospitaliti Program DIII, DIV, S1 dan S2 Periode Januari –Juni 2019.  Uji Kompetensi ini dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1) STP Bandung di 14 Program Studi dengan skema cluster.

Pembantu Ketua I Bidang Akademik STP Bandung Erfien Roesfian, S.Sos,M.Hum mengatakan, uji kompetensi sangat penting untuk meningkatkan kualitas lulusan. Menurut dia, selain memiliki ijazah, lulusan juga harus memiliki sertifikat dalam mencari kerja. Uji kompetensi akan sangat dibutuhkan para lulusan ke depan dalam menghadapi persaingan dan liberalisasi tenaga kerja di bidang pariwisata.

”Sertifikat Kompetensi bisa jadi semacam paspor nya dalam dunia kerja. Sertifikasi profesi akan lebih memberikan pengakuan dan jaminan kepada para lulusan nanti. Ada tiga ranah yang diuji oleh para asesor. Yakni, konowladge, skill dan attitude,” ucap Erfin kepada Jelajah Nusa.

Dia berharap, mulai tahun ini 100 persen mahasiswa STP NHI Bandung tersertifikasi. Sebab, ini merupakan instruksi dari Kementerian Pariwisata bahwa semua lulusan sekolah tinggi pariwisata harus tersertifikasi.

Pihaknya akan melakukan sertifikasi secara bertahap. Apalagi, dalam waktu dekat STP Bandung akan berubah status ke Politeknik Pariwisata NHI Bandung. Tentunya kalau bicara politeknik akan lebih kepada vokasi. Memang di situlah penguatan STP NHI Bandung dalam hal vokasi atau profesional.

”Sertifikat valid-nya tiga tahun. Lulusan yang nanti sudah bekerja bisa mengikuti uji kompetensi lagi oleh LSP di luar. Apa yang sudah di dapat serta kompetensi apa saja nanti diuji sesuai levelnya,” ujar Erfin. (taofik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here