Rayakan Dies Natalis ke-57, STP Bandung Fokus Tingkatkan Kualitas SDM

Senat akademika STP NHI Bandung.

JELAJAH NUSA, BANDUNG – Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) NHI Bandung merayakan Dies Natalis ke-57 dengan mengusung tema ”Tranformasi Sumber Daya Manusia dalam Membentuk Budaya Kerja 3S (Solid, Speed, Smart)” di Dome STP Bandung, Jalan DR Setiabudhi Nomor 186, Kota Bandung, Senin (11/3/2019).

Ketua STP NHI Bandung Faisal MM. Par., CHE mengatakan, SDM merupakan capital asset yang akan men-drive lembaga ini ke depan. Menurut dia, hanya dengan fokus pada investasi SDM, semua yang menjadi tantangan, baik yang terkait industri 4.0, wirausaha maupun kompetensi akan terjawab.

”Tanpa kita fokus pada pengembangan SDM, saya kira apa yang akan kita investasikan seperti fisik, sistem, platform, atau marketplace atau apapun itu tidak akan berjalan dan tidak akan memberikan kontribusi,” ujar Faisal kepada Jelajah Nusa.

Ketua STP NHI Bandung Faisal MM. Par., CHE.

Strategi yang akan dilakukannya dalam meningkatkan kapasitas SDM salah satunya membuat program retouring industri secara terjadwal bagi para dosen. Pihak STP NHI Bandung akan mengirim dosen ke beberapa kampus dan isntitusi yang kredibel untuk mengikuti short course international. Karena hal tersebut, sangat penting untuk membangun kepercayaan dan mengukur diri untuk menuju global standar.

Dia menambahkan, short course akan dilakukan di dalam maupun ke luar negeri. Saat ini, masih ada dosen yang belum memiliki pengalaman industri. Untuk itu, mereka akan segera diprioritaskan mengikuti short couse. Sedangkan dosen yang sudah memiliki pengalaman industri, tetap akan diikut sertakan untuk mengupdate pengalamanannya. Dalam membangun SDM ini, kata Faisal, tidak akan bisa diwujudkan dalam satu tahun. Tetapi, sedikitnya perlu tiga tahun ke depan bahwa mereka akan bisa men-drive STP NHI Bandung.

Lebih lanjut Faisal mengatakan, Dies Natalis ini menjadi momentum untuk melakukan instropeksi diri melihat apa yang telah dilakukan, dicapai, perubahan, tantangan serta strategi yang sedang dan akan dilakukan.

”Rangkaian Dies Natalis sudah dilakukan satu minggu lalu. Di antaranya menyelenggarakan olahraga flas mob yang dilanjutkan kerja bakti di lingkungan STP pada 8 Maret, kerja bakti di STP Bandung Kampus 2 di Dayeuh Kolot dilanjutkan pada pemberian sembako kepada warga sekitar pada 9 Maret. Dan puncak Dies Natalis dilaksanakan Upacara Sidang Terbuka Senat STP Bandung dan syukuran pada 11 Maret,” ucap Faisal.

Pada puncak Perayaan Dies Natalis ke-57 STP NHI Bandung ini juga diisi dengan orasi ilmiah, bantuan pendidikan kepada 57 siswa sekolah dasar, MoU dengan PT Anggana Catur Prima dan Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon, penyerahan dana santunan asuransi dari BUMDA untuk Almh. Alexandra Janna Intan Lestari/MTB dan Korban Kecelakaan Yossifia Gundari/MBW serta wisuda purna bakti karyawan STP NHI Bandung.

Sementara itu, Direktur Program Pascasarjana STP Bandung Dr. Liga Suryadana memberikan orasi ilmiah dengan tema ”Tantangan dan Peluang SDM Pariwisata Menghadapi Era Industri 4.0”. Liga mengatakan, dunia saat ini mengalami perubahan yang tidak menentu akibat terjadinya revolusi digital, yang ditandai dengan terjadinya proliferasi komputer dimana otomatisasi proses produksi hampir di semua bidang kehidupan, sehingga ke depan akan memunculkan berbagai model-model bisnis baru yang menggabungkan mesin, data, orang dan komputer secara masif dan teritegrasi. Hal ini sejalan dengan pengakuan para pemimpin industri dunia, bahwa peran teknologi digital berubah secara cepat dan masif, di mana pada awalnya hanya berorintasi pada upaya meningkatkan efiensi dan efektivitas produksi berkembang menjadi pemampu inovasi dan disrupsi binis. (forum Ekonomi dunia, 2015)

Direktur Program Pascasarjana STP Bandung Dr. Liga Suryadana.

”Berdasarkan kepada pengalaman dari beberapa perusahaan baru (business start-up) yang sukses dalam meraih bisnisnya di era industri 4.0 pada umumnya ditunjang oleh tersedianya SDM yang memiliki bebagai talenta baru di bidang digital teknologi, sebagai contoh, banyak perusahaan baru (bisnis start-up) yang memanfaatkan teknologi digital dalam model bisnisnya mampu menjadi perusahaan dengan nilai kapital pasar yang sangat besar. Seperti, E-Bay, Amazon, GoJek, Bukalapak, Traveloka, Agoda, Air BnB dan Tiket.com,” ujar Liga.

Untuk bisa menjadikan era industri 4.0 sebagai peluang bagi para lulusan pendidikan tinggi pariwisata ke depan, maka sudah saatnya diperlukan pemahaman yang baik terhadap berbagai tuntutan kebutuhan kompetensi (kualifikasi) SDM dipersyaratkan oleh dunia bisnis pada era Industri 4.0. (taofik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here