Bahasa Mandarin Dibutuhkan Dunia Kerja, Minat Belajar di Taiwan Tinggi

JELAJAH NUSA, BANDUNG – Bahasa Mandarin kini dianggap sebagai kunci dalam meraih kesuksesan. Jumlah pelajar yang berminat melanjutkan studi di kawasan Tiongkok, khusus Taiwan pun terbilang banyak.

Tahun ini, pelajar peminat studi di Tiongkok diperkirakan mencapai 100 orang. Hal ini karena sekolah di Taiwan dianggap berkualitas namun murah.

Ketua Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin (BKPBM) Judhi Irawan mengatakan, Bahasa Mandarin sudah sangat global. Banyak pabrik yang lebih tertarik memperkerjakan orang dengan kemampuan Bahasa Mandarin.

“Pabrik di Kabupaten banyak yang menggunakan mesin asal Tiongkok, mau tidak mau karyawan harus memahami Bahasa Tiongkok. Disamping harus mempelajari teknik permesinan yang berasal dari Tiongkok,” ucap Judhi saat pembukaan Taiwan Higher Education Fair di Hotel Novotel, Jalan Cihampelas, Kota Bandung, Senin (11/3/2019).

Dia mengatakan, total peserta Taiwan Higher Education Fair diikuti total 14 stand. Pihaknya mengundang sekolah-sekolah tingkat SMP di Bandung Raya untuk mengunjungi pameran tersebut.

Diharapkan dengan pameran ini, bisa meningkatkan daya tarik para pelajar untuk melanjutkan pendidikan di Taiwan. Sampai saat ini, sudah ada sekitar 5.000 pelajar Indonesia yang belajar di Taiwan.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan dan Promosi Dinas Pendidikan Jawa Barat Abur Mustikawanto mengatakan, perguruan tinggi di Taiwan banyak yang berkualitas yang mencetak generasi andal.

“Dari data yang ada d Disdik, mahasiswa Indonesia lulusan perguruan tinggi Taiwan lebih mudah diterima di dunia kerja. Apalagi sekarang sejumlah perusahaan melibatkan pemodal asing dari Tiongkok, jadi mereka menginginkan calon tenaga kerja yang menguasai Bahasa Mandarin, ucap Abur. (taofik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here