Palembang Bakal Jadi Kiblat Sport Tourism

JELAJAH NUSA – Kota Palembang akan menjadi kiblat Sport Tourism di Indonesia. Sukses menjadi tuan rumah berbagai kegiatan olahraga skala internasional, ditambah fasilitas yang juga berstandar dunia, wisata olahraga ditargetkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara dan ajang pemanfaatan oleh masyarakat untuk mempromosikan produk unggulan daerah.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menegaskan, Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang menjadi leading sector penyiapan SDM dalam pengembangan Sports Tourism di Kota Palembang dan Jakabaring Sport City (JSC) pada khususnya. Sebab keputusan untuk menjadikan Kota Palembang sebagai pusat unggulan Sports Tourism seiring dengan berdirinya Poltekpar Palembang.

Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang, Dr. Zulkifli Harahap, M.M.Par saat kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema ’A Wonderful Sports Tourism Education As The Centre of Inclusive Economy’ di kampus Poltekpar Palembang, Jumat (14/2/2019) menjelaskan, Sports Tourism akan menjadi trigger pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat di Sumsel.

”Kota Palembang memiliki JSC, yang memiliki satu-satunya tempat olahraga terintegrasi. Fasilitas lengkap dan pengalaman banyak, sehingga Kota Palembang khususnya JSC layak jadi destinasi wisata olahraga unggulan di Indonesia. Apalagi sudah ditetapkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya,” katanya.

Poltekpar Palembang sebagai kampus di bawah Kementerian Pariwisata dengan Sumber Daya Manusia (SDM) memadai, mendapat mandat dari Menteri Arief Yahya untuk fokus menggarap Bumi Sriwijaya sebagai pusat unggulan (Centre of Excellence) Sport Tourism di tanah air.

Ia menyebutkan, Sport Tourism memberikan banyak manfaat yang bisa dirasakan masyarakat. Ia mencontohkan, keramaian yang terbangun saat penyelenggaraan kegiatan olahraga internasional mendatangkan sekitar 60 persen pendapatan dari TV Broadcasting, dan 30 persen dari penjualan souvenir.

”Penjualan tiket hanya memberi pendapatan 10 persen saja. Tapi dari keramaian lewat kegiatan olahraga, tidak hanya penyelenggara tapi masyarakat kecil mendapat imbas positif. Atlet, official dan pendukung dari mancanegara berdatangan serta mengeluarkan uang mereka ketika berada di Kota Palembang,” terangnya.

Direktur JSC, Meinah Fatriani Paloh yang juga hadir dalam FGD mengungkapkan, pihaknya juga mengarahkan Kawasan JSC menjadi pusat wisata olahraga di Indonesia. Bahkan pihaknya berharap mendapat dukungan kebijakan Kementerian Pariwisata dan SDM dari Poltekpar Palembang.

”Kita ingin membuat dan mengembangkan kawasan pariwisata dengan konsep Sport City and MICE Integrated Resort Area. Artinya dalam saatu Kawasan terdapat pusat olahraga dengan resor yang saling terintegrasi dan dapat menjadi pusat kegiatan lainnya. Kita dari JSC sudah siap menyambung Palembang atau Sumsel menjadi pusat unggulan Sports Tourism,” ungkapnya.

Hadir dalam FGD tersebut, Alexander Reyaan sebagai Asisten Deputi Pengembangan WIsata Alam dan Buatan Kementerian Pariwisata RI, Teguh Raharjp sebagai Asisten Deputi III bidang Pembinaan dan Pengelolaan Olahraga Kreasi Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.

Dalam kesempata tersebut, Poltekpar Palembang Bersama PT JSC menjalin kerjasama pengembangan Sports Tourism. Kerjasama lewat Memorandum of Understanding (MoU) tertuang dalam pelibatan mahasiswa di setiap event. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here