Cimahi sebagai Kota Kreatif Memiliki Potensi Pengembangan Film, Animasi dan Video

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno saat workshop "Kabupaten/Kota Kreatif" (KaTa Kreatif) di Alam Wisata Cimahi, Jumat (10/9/2021).

Jelajahnusa.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mendorong pengembangan potensi ekonomi kreatif subsektor film, animasi dan video di Kota Cimahi, Jawa Barat.

Saat menghadiri workshop “Kabupaten/Kota Kreatif” (KaTa Kreatif) di Alam Wisata Cimahi, Jumat (10/9/2021), Sandiaga menyampaikan Cimahi sebagai kota kecil ternyata memiliki talenta-talenta yang luar biasa di subsektor film, animasi, dan desain.

Melalui Uji Petik Penilaian Mandiri Kab/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) Tahun 2018, Kota Cimahi bahkan telah ditetapkan sebagai kota kreatif film, animasi dan video.

“Beberapa karya seperti (desain logo) Asian Paragames 2018 dan juga maskot PON Papua XX itu menggunakan desain dari Kota Cimahi, ini akan kita terus kembangkan untuk menggeliatkan dan membuka ekonomi dan lapangan kerja khususnya pusat kreatif di Kota Cimahi atau Cimahi Technopark,” kata Sandiaga.

Meskipun Cimahi tidak memiliki potensi wisata berbasis alam, lanjut Sandiaga, dengan potensi ekonomi kreatif yang dimiliki, Cimahi dapat menggerakkan roda perekonomian Indonesia menuju Indonesia Emas tahun 2045 mendatang.

Penetapan Kota Cimahi sebagai kota kreatif diharapkan tidak hanya meningkatkan subsektor film, animasi dan video, tapi juga subsektor lainnya seperti kuliner, fesyen, musik, seni rupa dan lainnya.

Hal ini tentunya perlu didukung dengan pembangunan sumber daya manusia berbasis teknologi.

Maka, lewat Program KaTa Kreatif yang bertujuan mengembangkan subsektor-subsektor ekonomi kreatif di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia, Sandiaga berharap subsektor film, animasi, desain, dan kuliner di Cimahi dapat berkembang semakin pesat. Terutama dalam hal pengembangan kewirausahaan berbasis ekonomi kreatif lokal.

“Dengan ketiadaan destinasi wisata berbasis alam, insan-insan di kota seperti Cimahi ini mampu menghadirkan solusi, inovasi, dan kreativitas yang justru menjadi salah satu sensasi yang kita rasakan di sini. Harapannya, inovasi ini akan menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu, menambahkan Cimahi merupakan suatu kota kecil yang penuh dengan talenta, terutama di sektor ekonomi kreatif. “Cimahi itu merupakan singkatan dari Cikal Bakal Manusia Hebat Indonesia,” ujar Vinsensius.

Acara ini diikuti oleh 35 peserta yang merupakan perwakilan pelaku ekonomi kreatif di Kota Cimahi yang bergerak di subsektor film, desain, dan animasi. Selain mengisi workshop KaTa Kreatif, dalam kesempatan itu juga ada kesempatan bermain wayang golek Si Cepot bersama Komunitas Pepadi (Persatuan Perdalangan Indonesia) Kota Cimahi.

Dalam acara ini turut hadir Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Hariyanto; Plt Wali Kota Cimahi, Ngatiyana; Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Cimahi, Budi Raharja; Ketua STP NHI Bandung, Faisal; dan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Sodik Mudjahid.***

Sumber: Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here