Peternak Curiga Ada Mafia Harga Ayam di Balik Wabah Corona

Jelajahnusa.com, BANDUNG – Peternak berduka. Bencana nasional bukan hanya karena corona atau covid 19 saja. Tapi para peternak yakin nasib mereka dirusak oleh segelintir orang yang bermain harga secara nasional dan sangat menular.

Menular cepat seperti covid 19. Harga ayam rusak di wilayah perbatasan sejak 22 maret lalu makin hancur dan hancur hingga sampai di beberapa daerah Rp 7 ribu. Mengerikan.

Ironisnya di pasar becek dan di supermarket harga masih 30 rb dan tertinggi 35 rb. Beberapa areal seperti bandung dan sekitarnya. Harga ayam malah naik ke 36 rb dan telur menjadi mahal. Peternak menderita. Rakyat menderita.

Peternak berandai andai kalaulah mereka merugi harusnya masyarakat yang menikmati harga ayam murah. Bukan mafia mafia pasar yang beli murah dijual tinggi.

“Saya sedih melihat ini. Operasi pasar hanya omong kosong. Ditambah ketakutan corona. Pasar yang buka tutup membuat harga dimainkan,” ucap Wasekjen DPP Pinsar dr Abbi Angkasa Perdana Darmaputra.

Di beberapa lokasi. Ayam masih berumur 3 sampai 10 hari dimusnahkan secara massal. Karena peternak sudah bingung kalau harga begini mau darimana beli pakan.

“Hutang makin menggunung. Baik ke pabrik pakan walaupun ke pt pt agen pakan. Mau dijadikan seperti apa peternak ? Hati hati dengan integrator bermodal besar dan pt pt besar yang melantai di bursa. Apakah mereka yang bermain ? Dengan bakul bakul ayamnya ? Atau mafia pasar yang selalu aja ada rasa tega di setiap musibah. Karena korona pasar sepi jadi kami beli harga ayam 10 rb. Peternak pasrah meskipun ada permendag yang mengatur harga ayam. Aturan tinggal aturan. Satgas pangan tinggal nama. Mau jadi apa negara ini ? Spekulan dan provokator bisa menguasai negara?,” terangnya.

Menurut dia, perlu ada langkah kongkrit dalam menyelesaikan harga ayam nasional dan rantai distribusinya. Rantai distribusi dengan disparitas harga yang tinggi akan menjadi tidak sehat untuk semua pihak.” Jika industri ini hancur, bagaimana nasib peternak?” tutup Abbi. (rilis/taofik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here