PT BCC Buka Peluang Kerja Sama dengan Negara Pakistan

Jelajahnusa.com, BANDUNG – Duta Besar Negara Republik Islam Pakistan Abdul Salik Khan mengunjungi pabrik fiber optic PT Borsya Cipta Communica (BCC) di Jalan Kopo, Bizpark Commercial Estate, Blok A-1 Nomor R5, Kota Bandung, Kamis (18/7/2019). Abdul Salik Khan yang didampingi rombongan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bandung diterima langsung oleh President Director dan CEO PT BCC Boris Syaifullah.

Rombongan Dubes Pakis dan Kadin Bandung tersebut diperlihatkan bagaimana pembuatan fiber optical telekomunikasi kemudian berbincang langsung kemungkinan terjalinnya kerjasama antara PT BCC dengan perusahaan telekomunikasi di Pakistan.

President Director dan CEO PT BCC Boris Syaifullah mengatakan, Pakistan merupakan negara yang baru saja memulai infrastruktur telekomunikasi. Menurut dia, Pakistan merupakan negara berkembang dan bisa jadi maju jikalau pemerintahnya serius menggarap infrastruktur telekomunikasi.

”PT BCC ini perusahaan yang memproduksi total pasif solusi. Ibarat rumah makan, total pasif solusi ini umpama berasnya. Rumah makan tidak bisa berjualan kalau tak ada beras. PT BCC merukapan perusahaan assembling yang fokus mengembangkan fiber optical telekomunikasi khususnya material passive solution (FTTX), material fiber to the home (FTTH), fiber to the antena (FTTA) serta semua aksesoris yang berbasis fiber optic,” ungkap Boris kepada wartawan usai menerima kunjungan Dubes Pakistan.

Boris menambahkan, PT BCC merupakan perusahaan satu-satunya di Indonesia yang memproduksi total pasif solusi. Kadin mengajak Dubes Pakistan ke pabriknya bertujuan untuk memperlihatkan, jika di Indonesia khususnya Bandung bisa menjadi mitra kerja sama business to business (B2B) untuk pengembangan infrastruktur telekomunikasi.

Dia menuturkan, PT BCC sudah eksis mengekspor total pasif solusi bagi sejumlah negara. Bahkan, produknya sudah digunakan oleh sejumlah negara maju seperti Jerman, jepang hingga Amerika Serikat.

”Jadi kalau Pakistan berniat menjalin kerja sama, ya dengan senang hati. Kalau dari pertemuan tadi, saya melihat mereka sedang mencari investasi di Indonesia. Tapi yang kita harapkan, mereka investasi ke kita,” ungkap Boris.

Lebih lanjut Boris mengungkapkan, dirinya selalu membuka pintu kerjsama dengan siapapun dan negara manapun. Dirinya tidak memandang negara mana pun selama saling menguntungkan. (taofik)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here