Thursday , February 22 2018
Home / Destinasi / Berwisata di Penangkaran Luwak Malabar

Berwisata di Penangkaran Luwak Malabar

Penangkaran  Luwak Malabar ini sekarang  menjadi salah satu destinasi warga Jawa Barat. Sambil menikmati hasil produksi Kopi Luwak pengunjung juga bisa menyaksikan Luwak yang berkeliaran. Foto:IG

JELAJAH NUSA – Kampung Pasirmulya, Desa Margamulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung memang telah lama dikenal sebagai salah satu kawasan penghasil kopi luwak terbaik.

Bukan hanya di Indonesia kopi asli Bandung Selatan itu populer, tetapi telah menembus pasar internasional.

Namun beberapa bulan terakhir daerah yang berada di area pegunungan Malabar itu mulai menyedot perhatian lagi lantaran membuka sebuah wisata edukasi penangkaran luwak.

Jadi para pengunjung atau wisatawan yang ingin mengetahui bagaimana proses pembuatan kopi luwak dapat melihatnya ditempat.

Dengan adanya sajian wisata edukasi ini tentu memberikan banyak pilihan kepada para pengunjung saat berlibur ke wilayah Pangalengan bersama keluarga.

Nah, tidak ada salahnya setelah mennyambangi beberapa wisata alam seperti Situ Cileunca dan Pemandian Air Panas Cibolang bisa beristirahat disini.

Pengunjung juga bisa berinteraksi dengan luwak atau musang yang telah dibudidayakan dikawasan tersebut lebih dari 5 tahun itu. Selain mendapatkan pengetahuan mengenai kopi yang memiliki ke khasan karena berasal dari biji kotoran luwak, pengunjung juga dapat mencicipinya secara langsung.

Lebih dari 150 ekor luwak berada di penangkaran yang memiliki brand kopi Golden Malabar itu. Kopi luwak yang telah disangrai atau digoreng (green bean) merupakan hasil olahan yang menjadi andalan petani di desa tersebut.

Dimana setiap panen mampu menghasilkan hampir 900 kilogram kopi mentah. Kppi ini kemudian diolah dengan sempurna untuk bisa menghasilkan taste yang baik.

Petugas penangkaran Saefulloh mengatakan, wisata pengkaran luwak ini masih bersifat pelengkap bagi para pengunjung yang penasaran ingin tahu soal produksi kopi. Namun tidak menutup kemungkinan kedepan akan dikelola lebih profesional.

“jadi kami disini membuka bila ada yang mau tau dan berkunjung sambil membeli dan menikmati segelas kopi bisa berkeliling melihat luwak luwak disini. Ya bisa berinteraksi juga, kan memang sudah jinak. Nanti dibimbing sama petugas,” ungkapnya.

Ternyata bukan hanya kopinya yang telah melanglangbuana, area perkebunan yang berada diketinggian 1.500 mdpl ini selalu meraih penghargaan.

Mulai dari pemerintah setempat sebagai produsen salah satu kopi asli terbaik di Bandung selatan serta pernah meraih prestasi sebagai lokasi pembudidayaan luwak terbersih dari pemerintah pusat.

(Dil)

Check Also

Kemenpar Launching Festival Keraton dan Masyarakat Adat

JELAJAH NUSA – Kementerian Pariwisata mendukung Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) yang akan menyelenggarakan  Even …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

bankbjb.co.id