Sunday , June 24 2018
Home / Destinasi / Manado Surganya Sineas Internasional

Manado Surganya Sineas Internasional

Monumen Yesus Memberkati di Manado menjadi salah satu latar pembuatan film Predecessor 3: Goodbye Former. Foto:IG

JELAJAH NUSA – Pesona Manado sepertinya tidak akan pernah ada habisnya mengoda sineas dunia. Tengok saja film Predecessor 3: Goodbye Former. Film besutan sineas Tiongkok yang sukses mengangkat pesona Manado ke layar perak.

Torehan gemilang langsung dibukukan film bergenre roman urban ini. Dihari pertama pemutaran, film ini langsung menempati tiga besar box office di Tiongkok. Tiket terjual minimal 70% hingga mendatangkan inkam RMB 1,4 miliar.

Padahal harga tiket itu dibanderol RMB.50 sampai RMB.100. Dibintangi Han Geng dan Zheng Kai, film ini berhasil memanaskan daratan Tiongkok yang memasuki musim salju.

“Masuknya film yang shooting di Manado menjadi box office di Tiongkok tentu luar biasa. Secara teknis film ini berkualitas. Alur cerita menarik dan pengerjaannya bagus,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Daerah Provinsi Sulut Daniel A Mewengkang.

Rekor baru ditorehkan film ini. Predecessor 3 diklaim melewati status blockbuster milik Passing Your World atau Beijing Meets Seattle. Pemerhati film Tiongkok pun memprediksi, film ini akan menembus inkam RMB.1,8 miliar dalam waktu dekat.

“Packanging dari film ini juga disempurnakan dengan lokasi shooting yang eksotis. Wajar bila banyak yang menyukainya,” terang Daniel.

Memakai thriller-nya sebagai acuan, Predecessor 3 mengeksplor semua latar. Klub malam yang glamor hingga nuansa hangat rumah dipilih sebagai warna latarnya.

Untuk outdoor, kota beserta landmarknya plus nuansa laut pun dieksplorasi total. Monumen Yesus Memberkati dan keindahan pantai beserta bawah laut Manado menjadi spot yang menonjol di film tersebut.

“Sutradara film Predecessor 3 jeli. Monumen Yesus Memberkati dan pantai menjadi ikon Manado. Keindahan bawah laut Manado juga muncul. Wajar kalau itu. Keindahan bawah laut Manado sudah sudah tidak diragukan lagi dengan Bunakennya,” ujar Daniel.

Menjadi ikon dunia dan diakui UNESCO, Bunaken adalah surganya bawah laut Manado. Menempati perairan seluas 89.065 hektar, taman laut ini punya 13 dive spot.

Kedalamannya bervariasi hingga 1.344 meter. Anekawarna terumbu karangnya wow dengan 2.000 spesies ikan dan biota laut lainnya. Unicorn, sweetlip, trigger, dansel, dan wrase adalah ikan yang kerap dijumpai.

Bila menyelam di kedalaman 1.000meter, ikan besar akan menyapa. Hiu kepala martil, lumba-lumba, pari, layar, marlin hingga ikan paus akan menemani penyelam menikmati suasana.

“Bunaken memang terkenal. Namun Manado bukan hanya Bunaken. Masih banyak spot bagus lainnya. Taman Laut Tumbak, Pulau Siladen, Pulau Lembah, juga Pantai Malalayang. Pilihan lokasi film Predecessor 3 sudah tepat,” jelas Daniel.

Mengacu film Predecessor 3, atraksi di Manado itu juara. Pemerintah daerahnya juga getol mengembangkan pariwisata. Amenitasnya jangan ditanya.

Dari mulai homestay sampai Hotel dan resort berkelas ada di Manado. Mencari harga di atas Rp.1 juta, Ibis Manado City, Heine Hotel & Resto, Onong Resort, atau Bahowo Lodge bisa menjadi referensi. Untuk medium ada Novotel, NDC Resort & Spa, dan Grand Luley. Homestay pun bertebaran di Manado.

“Hotel di Manado itu bagus-bagus dan nyaman. Mau penginapan yang lebih intim tinggal menginap di homestay desa wisata. Soal fasilitas jangan ragu, fasilitasnya tidak kalah dengan hotel berbintang. Harganya pun sangat terjangkau,” katanya.

(adh)

Check Also

Tradisi Lomban Jepara Melarung Kepala Kerbau Ke Laut

JELAJAH NUSA – Meski terjadi penurunan kunjungan wisatawan dalam perayaan tradisi Lomban di Pulau Panjang, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

bankbjb.co.id