Tuesday , September 26 2017
Home / Destinasi / Garuda Indonesia Resmikan Rute Jakarta-Banyuwangi

Garuda Indonesia Resmikan Rute Jakarta-Banyuwangi

Menteri Pariwisata RI disambut oleh Bupati Banyuwangi saat tiba di Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, Jumat (8/9). (foto: IG Kemenpar)

JELAJAH NUSA- Penerbangan domestik maskapai Garuda Indonesia tujuan pulau Jawa jadi bertambah setelah akses ke Banyuwangi, Jawa Timur diresmikan, Jumat (8/9). Dengan dibukanya jalur penerbangan ke daerah berjulukan ‘Terbitnya Matahari di Jawa’ ini, arus wisatawan ke Banyuwangi dipastikan bakal terus meningkat.

 Pesawat berpelat merah tersebut, mulai melayani penerbangan langsung dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, pukul 14.10 WIB dan mendarat di Bandara Blimbingsari, pukul 15.55 WIB dengan menggunakan maskapai nomor penerbangan GA 264.
Dari Banyuwangi, pesawat akan kembali terbang pukul 17.10 WIB dan tiba di Jakarta pada 18.50 WIB. Rute ini akan dilayani Garuda Indonesia pada hari Senin, Selasa, Rabu, Jumat dan Sabtu. Dengan begitu, penambahan jalur penerbangan kedaerah ini akan memudahkan mobilitas daerah sekitar Banyuwangi, seperti Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Bali Barat untuk ke Jakarta. 

Sebagai informasi, kini Banyuwangi didatangi enam penerbangan setiap hari. Satu dari tiga maskapai penerbangan rute Jakarta-Banyuwangi dan sebaliknya dilayani Garuda Indonesia. Lainnya, rute Surabaya-Banyuwangi sebanyak tiga kali sehari oleh Wings Air dan Garuda Indonesia.

“Banyuwangi letaknya strategis karena dekat dengan Bali. Banyuwangi itu indah dan jika ingin menjadi destinasi wisata unggulan, Banyuwangi harus punya bandara internasional,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya kepada awak media, Jumat, (8/9) di Jakarta. Jika bandara internasional bisa dibangun, maka jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ditargetkan bisa mencapai 100 ribu orang pada 2019.

“Jika dihitung-hitung, devisa bisa mencapai Rp 1,5 triliun dengan estimasi satu wisman menghabiskan Rp 10 juta hingga Rp 12 juta per kunjungan. Ini angka yang cukup besar. Belum lagi dari wisatawan nusantara. Anggap satu wisnus menghabiskan Rp 1 juta sudah ada tambahan Rp 1 triliun,” sebutnya.
(OZZI)

Check Also

Helic Diharapkan Bisa Mendorong Profesionalisme GM Hotel

JELAJAH NUSA – Ketersediaan Sumber daya manusia (SDM) perhotelan sejauh ini masih menjadi persoalan tersendiri, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

bankbjb.co.id