Tuesday , September 26 2017
Home / Aktivitas / Niagara Mini Di Kampung Manglid

Niagara Mini Di Kampung Manglid

Curug Ngebul di kawasan wisata Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat ini adalah salah satu deretan Curug Malela. Foto::IG-explorebandungbarat

JELAJAH NUSA – Ingin menikmati keindahan alam dengan gemercik air terjun. Kawasan ini bisa menjadi pilihan.Terletak di perbatasan  Kabupaten Cianjur tepatnya di Kampung Manglid, Desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat, Propinsi Jawa Barat, pengunjung dihadirkan beberapa Curug.

Dimulai dari Curug Malela dengan  ketinggian sekitar 60-70 m dan lebar 50 m, air terjun ini adalah  hulu sungai yang berasal dari lereng utara Gunung Kendeng. Airnya  mengalir membentuk jaringan sungai Cidadap dan bermuara ke Cisokan.

Sangat deras dan bila sedang beruntung kita dapat menyaksikan ratusan ekor monyet ekor panjang (macaca pasciscularis) sedang minum air di bawah curug ini.

Curug Malela merupakan air terjun paling atas dari rangkaian tujuh air terjun sepanjang 1 km. Urutannya adalah Curug Malela, Curug Katumiri, Curug Manglid, Curug Ngebul, Curug Sumpel, Curug Palisir dan ditutup dengan Curug Pameungpeuk. Semua terletak di desa Cicadas, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat.

Curug Malela boleh dikatakan satu diantara banyak curug yang punya daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Keindahan alam yang di milikinya seolah belum terjamah.

Banyak yang menyebut-nyebut air terjun di Bandung Barat ini sebagai surga yang tersembunyi karena memang letaknya yang sangat terisolir.

Dari puncak air terjun terhitung terdapat 7 buar air terjun bertingkat-tingkat yang terlihat sangat indah sekali. Karena bentuknya yang menarik ini banyak juga yang menyebut curug ini sebagai Niagara Mini. Sama seperti Curug Cikondang yang ada di Cianjur.

Jika Anda sudah mengunjungi kedua air terjun ini pasti akan kesulitan untuk menentukan mana yang lebih bagus satu dengan yang lainnya.

Air yang mengalir ke curug ini berasal dari lereng Gunung Kendeng. Aliran air dari curug akan terus mengalir melalui sungai Cidadap hingga ke Cisokan. Air terjun yang mengalir di Curug Ngebul juga berasal dari satu aliran yang sama dengan Curug Malela.

Letak curug yang bisa di katakan sangat tersembunyi ini membuat para pengunjung harus berjuang ekstra agar bisa sampai di lokasi. Anda harus banyak bertanyha ke warga setempa agar bisa mencapai lokasi tanpa tersasar.

Anda berminat untuk segera berkunjung kesini? Berikut ini rute cara menuju ke Curug Malela yang bisa Anda gunakan.

Jika menggunakan kendaraan pribadi maka Anda bisa berangkat dari daerah Cimahi melalu gerbang tol baros. Teruskan perjalanan menuju ke Batu Jajar kemudian ke arah Cihampelas.

Teruskan perjalanan Anda ke arah Cililin. Dari Cililin lanjutkan perjalanan Anda menuju ke Sindang Kerta kemudian Gunung Halu.

Nah setelah sampai di Gunung Halu ini Anda teruskan perjalanan ke Desa Buni Jaya. Jika sudah sampai di Desa Buni Jaya maka Anda tinggal mencari lokasi Kampung Manglid, bertanyalah kepada warga setempat agar Anda tidak salah jalan. Di kampung Manglid inilah lokasi Curug Malela berada.

Bagi Anda yang ingin melakukan camping di sekitar lokasi curug maka sebaiknya datang dengan menggunakan kendaraan umum agar tidak di repotkan dengan parkir kendaraan.

Selain itu datang dengan menggunakan kendaraan umum ini jauh lebih terasa sensasi petualangannya. Namun perjuangan yang harus di lakukan juga cukup panjang.

Jika menggunakan kendaraan umum Anda bisa berangkat dari Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang atau Bekasi menuju ke terminal Leuwipanjang. Jika Anda berangkat dari Cirebon, Ciamis, Garut, Tasikmalaya dan sekitarnya Anda bisa berangkat menuju ke Terminal Cileunyi.

Dari Terminal Leuwipanjang atau Terminal Cileunyi teruskan perjalanan menuju ke Cililin dengan menggunakan angkot dengan jurusan Cimahi-Cililin. Setibanya Anda di Cililin ganti kendaraan Anda dengan menaiki bus yang menuju ke Gununghalu-Buni Jaya.

Nanti Anda akan berhenti di terminal Buni Jaya. Dari terminal alternatif angkutan yang bisa Anda gunakan adalah ojek. Bilang saja ingin menuju ke Curug Malela, mereka dengan senang hati akan menghantarkan  hingga ke Desa Cidadas.

Dari sana tinggal berjalan turun menyusuri daerah persawahan dan perbukitan hingga akhirnya sampai di lokasi.

Ini sedikit tip bagi yang beriwisata di curug. Saat sedang mengeksplore lokasi harap untuk tetap berhati-hati. Anda perlu mewaspadai datangnya debit air yang besar secara tiba-tiba.Debit  air yang mengalir deras bisa menyeret hanyut hingga ke ujung jurang.

Berbagai kisah misteri dan mitos Curug Malela ini mungkin ada kaitannya dengan aliran air besar yang bisa sewaktu-waktu datang. Bahkan beberapa tahun lalu sempat ada korban Curug Malela yang hanyut terbawa arus air.

Tapi Anda tidak perlu khawatir, selama Anda tetap berhati-hati dan tidak sembrono Anda akan tetap baik-baik saja.

Peta dan Koordinat GPS: 7° 00′ 38.01″ S 107° 12′ 22.00″ E

(adh)

Check Also

Helic Diharapkan Bisa Mendorong Profesionalisme GM Hotel

JELAJAH NUSA – Ketersediaan Sumber daya manusia (SDM) perhotelan sejauh ini masih menjadi persoalan tersendiri, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

bankbjb.co.id