Thursday , July 27 2017
Home / Aktivitas / Kampung Karuhun “Bali” Ditepian Sumedang

Kampung Karuhun “Bali” Ditepian Sumedang

Kolam renang di Saung Cibingbing, Kampung Karuhun, Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan, sama indahnya dengan alam di Bali. Foto: adhi

JELAJAH NUSA – Wisata alam di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat kini terus menggeliat. Banyak bermunculan wisata eco green yang menjadi potensi besar pariwisata di daerah ini. Apalagi jika pemerintah setempat sejalan dengan kenginan pelaku pariwisata untuk bisa running lebih cepat, maka tak menutup kemungkinan Sumedang bisa mengungguli daerah lain.

Salah satunya, sebut saja, keelokan Kampung Karuhun, Blok Cibingbin, Desa Citengah Kecamatan Sumedang Selatan, ternyata belum di eksplore dengan maksimal oleh pemerintah setempat. Infrastruktur belum tersedia dengan baik.

Padahal wisata yang sangat disukai turis asing ini hanya berjarak sekitar 7 kilometer dari pusat pemerintahan kabupaten.

“Kami bergerak sendiri agar objek pariwisata disini cepat tumbuh. Paling tidak untuk memenuhi tempat rekreasi masyarakat lokal,” kata Direktur Operasional Saung Cibingbing, Abdul Muis Yanizar kepada Jelajah Nusa, Jumat (14/7/2017).

Kang Yayan–begitu akrab disapa menginginkan dukungan penuh dari pemerintah setempat sehingga bisa makin banyak mengembangkan wahana wisata di kawasan ini. Masyarakat sekitar sendiri sebetulnya sudah siap dengan keberadaan kampung wisata.

“Tinggal disinergikan saja dengan program pemerintah, khususnya Dinas Pariwisata, maka masyarakatnya pun ikut bergerak. Kan pada akhirnya nanti, perekonomian masyarakat juga makin membaik,” katanya.

Dengan menyiapkan beberapa sarana wisata seperti kolam renang, resto, dan villa tempat peristirahatan, lanjut Yayan, kunjungan wisatawan terus meningkat. Beberapa kali wisatawan asing juga mengunjungi kawasan ini dan terpesona dengan keindahan alamnya.

“Makanya kami tak merubah alamnya, karena itu kekuatan destinasinya disini. Kolam renang dan fasilitas resto hanya pendukung saja, tetapi sungai yang mengalir, perbukitan yang cukup alami, disini pointnya,” lanjut Yayan.

Apa yang disampaikan Yayan memang bukan mimpi, sepanjang perjalanan menuju lokasi obyek wisata terpadu ini kita disuguhi pemandangan pedesaan, perbukitan, sawah dan pepohonan rindang. Akses jalan pun terbilang baik karena masih bisa di lewati kendaraan niaga.

Mengunjungi area wisata ini sebaiknya sejak pagi hari hingga menjelang malam sehingga betol-betol bisa menemukan eksotika dengan kekayaan kultur masyarakatnya.

Masuk ke area wisata Kampung Karuhun, kita pun bisa berjalan-jalan dengan suasana alam pedesaan atau berkeliling menikmati berbagai fasilitas yang ada. Bisa juga berpetualang dengan wisata adventure yang tersedia, naik sepeda gunung, dan kegiatan outbond lengkap dengan segala fasilitas dan permainannya.

Soal makanan juga tak kalah menariknya, ada menu Nasi Liwet Karuhun atau Nasi Cobek lengkap dengan sambal khas Kampung Karuhun di Saung Budaya atau Saung Lesehan yang bernuansa alam terbuka.

Ingin mencoba yang lain, juga tersedia Warung Kampung yang menyajikan jajanan tradisional seperti baso, bajigur, surabi, colenak, dan sejenisnya sambil menikmati gemericik Sungai Cihonje yang berair jernih.

(adh)

Check Also

Kampung Batu Malakasari Punya Rusa Tutul

JELAJAH NUSA – Jalan-jalan ke jalur Ciwidey, tentu bukan hanya Kawah Putih, Rancaupas, atau Kebun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

bankbjb.co.id