Thursday , July 27 2017
Home / Coffee Break / Banyuwangi Ditargetkan Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

Banyuwangi Ditargetkan Jadi Destinasi Wisata Kelas Dunia

Menpar Arief Yahya saat acara peresmian hotel di Banyuwangi. (Foto banyuwangikab.go.id)

JELAJAH NUSA – Menteri Pariwisata (Menpar) Republik Indonesia, Arief Yahya, menargetkan Banyuwangi bisa menjadi tujuan wisata dunia pada tahun 2019. Hal ini karena Banyuwangi telah memiliki daya dukung pariwisata yang memadai.

Dikutip dari laman http://banyuwangikab.go.id, Arief Yahya mengatakan Banyuwangi memiliki semua potensi yang membuat kabupaten ini bisa menjadi wisata dunia.

“Banyuwangi memiliki Kawah Ijen yang terkenal dengan Blue Fire-nya. Blue Fire merupakan destinasi favorit wisatawan mancanegara, karena hanya ada dua di dunia. Karena itu, menurut Arief, Blue Fire Kawah Ijen harus dipercantik dan dibenahi. Apalagi dalam waktu dekat ini telah ada investor yang berinvestasi membangun cable car di Kawah Ijen,” papar Arief saat peresmian eL Royale Hotel & Resort Banyuwangi, hotel bintang empat, Rabu (21/6).

Selain itu, masih menurut Arief, Banyuwangi pun sudah memiliki bekal aksesibilitas. Saat ini telah ada penerbangan langsung Jakarta – Banyuwangi setiap hari oleh maskapai Nam Air. Dalam waktu dekat, maskapai Garuda juga akan membuka rute yang sama.

“Tahun 2019, kami targetkan Bandara Blimbingsari menjadi International Airport. Karena ini syarat menjadi wisata dunia, mau tidak mau Bandara Blimbingsari Banyuwangi, harus menjadi International Airport (Bandara Internasional),” jelasnya.

Arief juga menilai Banyuwangi terus membenahi sisi amenitasnya, seperti tumbuhnya investasi sejumlah hotel berbintang di Banyuwangi. Adanya amenitas yang memadai tersebut, Menpar meminta Banyuwangi mulai serius menggarap wisata MICE. Menurut dia, MICE sangat membantu mendorong pariwisata.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sangat mengapresiasi pembangunan hotel yang mengadopsi konten lokal dalam desain eksterior maupun interiornya. Terlebih lagi lebih dari 90 persen pegawai hotel juga merupakan putra asli daerah.

“Banyuwangi boleh terus berkembang tapi kami titipkan supaya arsitektur dan budaya lokal terus dipertahankan. Kami juga berterima kasih atas komitmen investor yang memberdayakan putra Banyuwangi dalam pengelolaan hotel,” tutup Anas. (IG)*

Check Also

Novotel Jakarta Mangga Dua Square Hadirkan Food Exchange

JELAJAH NUSA – Novotel Jakarta Mangga Dua Square mempersembahkan konsep restoran terbaru, Food Exchange yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

bankbjb.co.id