Home / Figure / GM The Kartipah Deinan R Soemantri, “Tetap di Jalur Perhotelan”

GM The Kartipah Deinan R Soemantri, “Tetap di Jalur Perhotelan”

GM The Kartipah Deinan Risnan Soemantri. (Foto Irwan/JN)

JELAJAH NUSA – Motivasi dan tekad yang bulat memang diperlukan untuk meraih sebuah cita-cita. Tak terkecuali bagi pria ramah bernama lengkap Deinan Risnan Soemantri. Anak pertama dari dua bersaudara pasangan Lili Soemantri dan Nani Sumarni ini telah berkecimpung di dunia pariwisata khususnya perhotelan sedari meniti karir.

Cita-cita itu hampir saja mulai terealisasi kala beroleh kesempatan melanjutkan studi di sekolah kejuruan SMIP Sandhy Putra Bandung. Namun apa daya, setelah lolos seleksi kedua orang tuanya tak mengijinkan untuk tinggal terpisah dari rumah.

“Saat itu kedua orang tua saya belum mengijinkan. Tapi saya masih menyimpan keinginan bekerja di bidang pariwisata khususnya perhotelan. Tahun 1999 saya melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung mengambil program studi perhotelan, Room Division Management,” papar pria kelahiran Ciamis, 4 Agustus 1982 ini.

Mengenyam pendidikan pariwisata di sekolah tinggi rupanya telah membuka jalan karir dalam dunia kerja. Pengalaman kerjanya dimulai dari Supervised Field Training Programme di York Hotel Singapore. Kemudian, sebelum menyelesaikan kuliah, bekerja di Putri Gunung Cottage sebagai Assistant Executive Housekeeper. Pada 2004, ia bekerja di Hotel Panorama Lembang.

Karir selanjutnya bertempat di Sukajadi Hotel sebagai Sales Executive. Majesty Service Apartment di bawah management PT Bandung Inti Graha menjadi tempat bekerja selanjutnya, sebelum berpindah ke The Kartipah Guest and Wedding House, tempat bekerja sekarang ini.

Di tengah kesibukannya sebagai General Manager The Kartipah Guest and Wedding House yang memimpin sekira 42 karyawan, Deinan tetap menyisihkan waktunya untuk sebuah hobi yakni desain interior. “Hobi dalam mendesain interior, menjadikan rumah sebagai objek kreativitas saya,” ujar penyuka novel yang baru saja merampungkan membaca novel The Magic.

Keberhasilannya berada di top level manajemen saat ini, kata Inan, adalah buah dari tekad dan doa terbaik terutama dari orang tuanya. “Orang tua adalah kebahagiaan hidup saya sekaligus juga penyemangat. Dalam pekerjaan yang diterapkan adalah saling memahami satu sala lain termasuk antardivisi dan profesional. Mampu memahami dan mewujudkan keinginan klien adalah salah satu keberhasilan sekaligus juga kepuasan,” katanya.

Belasan tahun berkiprah di dunia perhotelan, tak lantas membuat Deinan mengubah haluan. Ia tetap berusaha berpikir positif dan bertindak cepat dalam karirnya saat ini. Meski begitu, dalam benaknya tercermin sejumput asa. “Dunia perhotelan ini fun, challenging dan hoping. Harapannya sih, ke depan bisa punya hotel walau hanya dua atau tiga kamar dulu,” pungkasnya, sembari tersenyum simpul. (IA)*

Check Also

Harus Lebih Giat Dan Kreatif Agar Lebih Kompetitif

  JELAJAH NUSA – Grand Mercure Bandung yang berdiri sejak 2015 lalu, kini resmi berbintang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

bankbjb.co.id