Saturday , November 18 2017
Home / Aktivitas / Menelusuri Jejak Purbakala di Pugung Raharjo, Lampung Timur

Menelusuri Jejak Purbakala di Pugung Raharjo, Lampung Timur

Punden berundak. (Foto Iwan/JN)

JELAJAH NUSA – Selain memiliki Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur pun menyimpan situs peninggalan zaman prasejarah dan jejak perkembangan peradaban Nusantara. Situs seluas 30 hektar tersebut, terletak di dekat perkebunan jagung di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur.

Situs ini pertama kali ditemukan seorang warga setempat bernama Kadiran pada 14 Agustus 1957. Awalnya Kadiran menemukan susunan batu besar, gundukan tanah yang berbentuk bujur sangkar, dan satu patung perempuan terbuat dari batu andesit. Perempuan itu sedang duduk dengan sikap Dharmacakra Mudra dan diperkirakan berasal dari abad ke-12 Masehi.

Kompleks Batu Mayat. (Foto Iwan/JN)

Taman Purbakala Pugung Raharjo ini terbilang unik karena di satu areal terdapat begitu banyak peninggalan dari periodisasi yang berbeda, yaitu Zaman Prasejarah, Hindu-Budha, dan Islam. Punden, kompleks Batu Mayat, dan Kolam Megalitik merupakan peninggalan zaman prasejarah. Para arkeolog memprediksi peninggalan itu berasal dari 2500 tahun sebelum Masehi.

Adapun peninggalan zaman Hindu dan Buddha yang ditemukan di sekitar Taman Purbakala Pugung Raharjo antara lain arca Budhisatwa, arca Tipe Polinesia, Prasasti Bungkuk, mata uang China, dan keramik.

Sementara peninggalan dari zaman Islam dibuktikan dengan ditemukannya Prasasti Dalung. Prasasti terbuat dari lempengan tembaga bertuliskan huruf Arab gundul dengan bahasa Banten. Prasasti berisi hukum laut dan perdagangan lengkap dengan angka tahun 1102 Hijriah.

Kolam Megalitik. (Foto Iwan/JN)

Setelah lelah mengitari kompleks Pugung Raharjo, pengunjung dapat menuju Kolam Megalitik yang memiliki air sangat jernih sehingga dasar kolam terlihat jelas. Di sana terdapat dua kolam, kolam sisi barat dan sisi timur. Pengunjung bisa melakukan terapi ikan dengan merendam kaki di kolam, sejumlah ikan akan mengerubuti dan memberikan gigitan-gigitan kecil di kaki. (IG)*

 

 

Check Also

Festival Saribu Rumah Gadang Semarakan TdS 2017

JELAJAH NUSA –  Kabupaten Solok Selatan kembali menjadi tuan rumah Tour de Singkarak (TdS) 2017. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

bankbjb.co.id