Home / Destinasi / Pertama di Indonesia, Banyuwangi Kembangkan Halal Tourism Pulau Santen

Pertama di Indonesia, Banyuwangi Kembangkan Halal Tourism Pulau Santen

Pulau Santen jadi wisata pantai syariah pertama di Indonesia. (Foto kabarbanyuwangi.info)*

JELAJAH NUSA – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mengembangkan dan menata destinasi wisata di daerahnya. Yang paling anyar adalah menjadikan Pulau Santen sebagai  destinasi wisata berkonsep halal tourism sekaligus yang pertama di Indonesia.

Pulau Santen merupakan pulau kecil yang secara administratif berada di Kelurahan Karangharjo, tak jauh dari pusat kota Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, tren halal tourism terus tumbuh dan harus direspon untuk mengembangkan pariwisata daerah. Konsep ini dikembangkan sebagai diferensiasi Banyuwangi dengan daerah lain.

”Ini juga cara untuk membidik pasar kelas menengah muslim yang terus tumbuh, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Anas saat pra-peluncuran Pulau Santen sebagai destinasi halal tourism, beberapa waktu lalu seperti dilansir laman banyuwangitourism.com.

Menurut Anas, konsep destinasi halal tourism tidak serta merta hanya untuk kaum muslim. Halal tourism, kata dia, merupakan konsep global pengembangan destinasi wisata tersebut. Pada pelaksanaannya, di lokasi wisata antara lain ditandai dengan jaminan ketersediaan makanan halal, tidak menjajakan alkohol, pemberitahuan waktu jelang beribadah (azan), tempat bersuci lengkap dengan fasilitas tempat ibadah, serta fasilitas berkonsep pemisahan antara laki-laki dan perempuan.

“Sekali lagi, ini bukan soal SARA, tapi bicara soal segmentasi pasar, bicara strategi pemasaran. Destinasi ini bukan hanya untuk muslim, tapi juga semua umat. Hanya konsep dan koridornya yang berhaluan halal tourism, tapi pengunjungnya siapapun boleh menikmati. Semuanya kita lakukan bertahap seiring dengan penataan yang akan terus berjalan,” kata Anas.

Saat ini, pulau tersebut terus ditata secara berkelanjutan oleh berbagai elemen, mulai dari masyarakat, tokoh agama, TNI hingga Pemkab Banyuwangi. Anas menambahkan, konsep halal tourism dikembangkan lantaran potensinya yang sangat besar. Seperti diketahui bersama, populasi umat Islam di dunia sekitar 1,6 miliar jiwa, sedangkan di Indonesia lebih dari 200 juta jiwa, dan akan terus bertambah. Bahkan, terkait potensi ini, World Halal Tourisn Summit memprediksi pada 2019 perputaran uang di industri halal tourism mencapai 238 miliar Dollar Amerika Serikat!

Tak hanya di negara berpenduduk mayoritas muslim, halal tourism pun dikembangkan pula oleh negara-negara lain di dunia. “Bahkan negara dengan penduduk muslim minoritas seperti Thailand, Singapura, dan Jepang, punya jumlah hotel dan restoran bersertifikasi halal yang lebih banyak dibanding Indonesia. Kebetulan, belum ada destinasi di Indonesia berkonsep serupa. Dengan pasar yang besar, sedikit saja masuk ke Banyuwangi tentu sangat bisa menggerakkan perekonomian lokal,” pungkas Anas. (IA)*

Check Also

Festival Budaya Pertanian Perkuat Citra Badung

JELAJAH NUSA – Kabupaten Badung, Bali belum lama ini menggelar Festival Budaya Pertanian (FBP) ke-6. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

bankbjb.co.id