Friday , October 20 2017
Home / Aktivitas / Selam Bebas Bersama Bandung Freediving

Selam Bebas Bersama Bandung Freediving

Spot menyelam di Tulamben Amed Bali. (Foto BFD)

JELAJAH NUSA – Umumnya banyak yang mengenal kegiatan menyelam menggunakan peralatan seperti tabung oksigen yang dikenal dengan Scuba (Self Contained Underwater Breathing Apparatus) Diving. Namun, kini makin berkembang dengan hadirnya kegiatan menyelam tanpa tabung oksigen, dikenal dengan free diving atau selam bebas.

Selam bebas di sini bukan berarti dilakukan seenaknya, tapi tetap dijalankan sesuai aturan dan teknik khusus. Free diving tergolong kegiatan air cukup ekstrem dan berisiko tinggi, jika tak memiliki pengetahuan dan pengalaman sebelumnya.

Pada dasarnya, penyelam hanya menggunakan alat selam dasar seperti masker (snorkel), kaki katak (fins), serta wetsuit (baju selam) tanpa menggunakan bantuan oksigen. Dengan begitu penyelam hanya mengandalkan kemampuan bernapas sebelum menyelam dengan paru-paru.

Free Diving sebenarnya sudah lama berkembang di luar negeri dan memiliki lembaga profesionalnya, namun di Indonesia masih terbilang baru popular. Beberapa sumber menyebutkan pertama di Jakarta tahun 2009, itupun masih dalam wadah komunitas penghobi. Begitu pun di Kota Bandung, hadir dengan nama komunitas Bandung Freediving (BFD) yang terbentuk 15 Mei 2012.

BFD mengaku terbentuk karena kesamaan hobi berkegiatan di laut, seperti snorkeling dan terinspirasi dengan komunitas free diving pertama di Indonesia asal Jakarta.

“Pendiri BFD bernama Pak Jondri Nasri, dia instruktur kami juga. Awalnya dia terinspirasi komunitas Let’s Free Dive Jakarta, kemudian bareng beberapa rekan lain berjumlah lima sampai tujuh orang mencoba share di medsos kegiatan free diving. Ternyata banyak yang merespon dan berminat bergabung. Dari sana baru kami buat komunitas Bandung Freediving ini,” papar Mahesa Febrian.

Tujuan pendirian BFD, sebagai wadah berbagi pengetahuan dan edukasi seputar free diving. “BFD sebagai tempat share ilmu seputar free diving dan silaturahmi. Dan sekarang di dunia ada larangan untuk tidak melakukan free diving seorang diri, harus ada teman atau disebut Buddy. Jadi lewat komunitas kita bisa melakukannya bersama-sama dan relatif lebih aman,” sambung Mahesa.

“Untuk anggota BFD ada sekitar 50 orang belum termasuk anggota yang pasif. Kami berlatih setiap Minggu di kolam renang Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Rata-rata anggota dari kalangan mahasiswa dan dewasa, paling muda siswa SMA,” tambah Kresna Fajar Negara, salah satu anggota BFD.

Bagi yang berminat gabung BFD, bisa langsung masuk ke grup facebook Bandung FreeDiving. Syarat masuknya cukup sehat jasmani dan rohani, tidak dipungut biaya, hanya ada biaya tiket masuk kolam latihan dan akomodasi praktik di laut yang rutin digelar setiap tiga bulan sekali. Kalau perlengkapan untuk pemula, kawan-kawan di BFD biasa memberi pinjaman sementara. (IG)*

 

Check Also

Thailand Masuk 10 Besar Wisman Jabar

JELAJAH NUSA – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menggelar rapat koordinasi (Rakor) kepariwisataan bersama jajaran Dinas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

bankbjb.co.id