Friday , October 20 2017
Home / Aktivitas / Meriam Ki Amuk, Peninggalan Kesultanan Banten Lama

Meriam Ki Amuk, Peninggalan Kesultanan Banten Lama

Meriam Ki Amuk terpajang di halaman Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama. (Foto Iwan/JN)

JELAJAH NUSA – Kala berkunjung ke Museum Situs Kepurbakalaan Banten Lama yang lokasinya berdekatan dengan Keraton Surosowan dan Masjid Agung Banten, ada satu peninggalan yang menarik terpajang di bawah bangunan kecil halaman museum. Benda itu berupa meriam yang dinamai Ki Amuk.

Menurut sumber yang tertera di sana, meriam Ki Amuk ditemukan di Karangantu, bekas pelabuhan Kesultanan Banten. Meriam Ki Amuk dibuat di Jawa Tengah abad 16 sekitar 1527 M sebagai hadiah kepada Kesultanan Banten dari Sultan Trenggono yang awalnya bernama Ki Jimat.

Pada tubuh bagian atas meriam terdapat tiga inskripsi bertuliskan huruf Arab dalam lingkaran medalion. Dua inskripsi memiliki tulisan yang sama dan satu inskripsi lagi memiliki tulisan yang berbeda.

Inskripsi tersebut berbunyi:

Aqibah al-khairi salamah al-imani, artinya buah kebaikan adalah keselamatan iman. La fata illa ali la saifa illa zu al-faqar isbir ala ahwaliha la mauta, artinya tidak ada pemuda kecuali Ali, tidak ada pedang kecuali Zulfaqar, sabarlah atas huru-hara (cobaan peperangan) tidak ada kematian kecuali karena ajal.

Ki Amuk terbuat dari perunggu dengan bobot mencapai 7 ton, panjang 3 meter, diameter luar terbesar 70 cm, dan diameter mulut dalam 34 cm. Meriam inipun mempunyai “kembaran” bernama Meriam Si Jagur yang kini berada di halaman Museum Fatahillah Jakarta. (IG)*

Check Also

Thailand Masuk 10 Besar Wisman Jabar

JELAJAH NUSA – Kementerian Pariwisata Republik Indonesia menggelar rapat koordinasi (Rakor) kepariwisataan bersama jajaran Dinas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

bankbjb.co.id