Thursday , July 27 2017
Home / Aktivitas / Atraksi Fosil T-Rex di Museum Geologi Tak Pernah Pudar

Atraksi Fosil T-Rex di Museum Geologi Tak Pernah Pudar

JELAJAH NUSA – Fosil  raja dinosaurus, Tyrannosaurus rex, yang berdiri kokoh di ruang peragaan Museum Geologi Bandung selalu menjadi daya tarik bagi pengunjung. Atraksi ini adalah salah satu ikon koleksi di museum yang diresmikan 16 Mei 1929. Pesona fosil sosok predator tersebut tak pernah pudar bahkan acapkali disambangi pengunjung lebih lama, disaksikan dan diperhatikannya lebih dekat.

Sepanjang tahun 2016, Museum Geologi menyambut sebanyak 641.535 pengunjung, meningkat 72.060 dari tahun sebelumnya. Dari jumlah ini mereka yang datang didominasi kalangan pelajar atau mahasiswa yang mencapai 565.729. Sisanya adalah pengunjung umum, wisatawan mancanegara dan tamu khusus.

“Jumlah hampir 650 ribu pengunjung ini tak lepas dari koleksi yang ada di museum, antara lain T-rex. Museum ini tergolong lengkap dan salah satu museum geologi terbesar di Asia Tenggara. Apalagi gedung museum yang digunakan adalah gedung cagar budaya,” kata Kepala Museum Geologi Oman Abdurahman, Senin (16/1/2017) di kantornya, Jalan Diponegoro 57 Kota Bandung.

Dia menambahkan, museum yang punya ratusan ribu koleksi batuan, mineral, dan fosil ini sangat erak kaitannya dengan edukasi dan ilmu pengetahuan. Namun begitu, ada sisi fun atau sisi menyenangkan yang harus muncul di museum. Bahkan, pihaknya sudah menggulirkan program Night at Museum.

Fosil T-Rex hingga Gajah Blora dapat dijelajahi di ruang peragaan yang berada di lantai 1. Malah, fosil Gajah Blora yang tinggi besar itu, ditemani Gajah Flores, akan menyapa lebih dulu setiap pengunjung yang datang di pusat ruangan.

Setiap ruangan, semuanya ada empat, menyajikan tema-tema yang berbeda. Di lantai 1, ruang peragaan menyajikan tema Geologi Indonesia dan Sejarah Kehidupan. Sementara tema Geologi dan Kehidupan Manusia tersaji di lantai dua, mencakup tema Sumber Daya Geologi, Manfaat dan Bencana Geologi.

Kini, dengan rata-rata pengujung 2.227 per hari tahun lalu, diperkirakan akan meningkat tahun ini. “Ruang peragaan yang ada sekarang masih cukup menampung jumlah pengunjung setiap hari. Namun jika sudah melampaui angka 5.000, mimpi saya, ruang museum harus diperluas,” kata Oman. Kecuali hari Jumat dan Hari Libur Nasional, Museum dibuka setiap hari mulai pukul 08.00 WIB. (IA)*

Check Also

Kampung Batu Malakasari Punya Rusa Tutul

JELAJAH NUSA – Jalan-jalan ke jalur Ciwidey, tentu bukan hanya Kawah Putih, Rancaupas, atau Kebun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

bankbjb.co.id