Home / Aktivitas / Koleksi Diecast, Kenangan Unik Sepanjang Masa

Koleksi Diecast, Kenangan Unik Sepanjang Masa

20151114_145501JELAJAH NUSA – Mengoleksi diecast bukanlah sekadar gemar. Bukan pula cuma disimpan atau dipajang sebagai memorabilia alias kenangan mainan semasa kecil dulu. Siapa sangka, bagi sebagian orang diecast menyimpan seabreg nilai. Paling tidak, bagi sang empunya yang boleh jadi nilai tersebut tak bisa ditukar dengan uang. Jadinya, memberi kesan dan kenangan unik sepanjang masa.

Meskipun demikian, banyak orang yang menggemari dan mengoleksi diecast setelah melewati masa remajanya. “Diecast atau tepatnya miniatur adalah benda koleksi yang unik, ada nilai histori, kebanggaan dan kepuasan tersendiri. Penggemarnya datang dari semua kalangan masyarakat, tak pandang usia, pangkat atau jabatan,” terang Willy Maulana (40), perintis sekaligus pendiri Bandung Diecast Community (BDC) yang dibentuk sejak 2002. Jika bicara satu miniatur, imbuhnya, maka tak sebatas pada satu merek kendaraan yang asli saja.

Menurut dia, dari sekian banyak ukuran, skala 1:43 dan 1:64 adalah yang paling banyak dikoleksi. Secara umum rupa diecast juga bermacam-macam. Tak berhenti pada miniatur mobil, tapi juga moda transportasi lain seperti sepeda motor, sepeda, pesawat terbang, kapal, kereta api hingga kendaraan alat berat.

Dalam perkembangannya, kebanyakan para pehobi maupun kolektor memperoleh koleksinya dengan cara hunting di samping barter di antara mereka. Perburuan lainnya dilakukan dengan  mengunjungi toko-toko mainan, toko online, pameran-pameran diecast, bahkan sampai berburu ke mancanegara termasuk via akses internet. Tak jarang kolektor miniatur itu rela merogoh kocek hingga jutaan rupiah untuk memperoleh satu model sebagai tambahan koleksi. Apa yang diburu tak sebatas produk sekarang tetapi juga produk lama baik second maupun new old stock yang kian langka.

Suatu kali, para diecaster—sebutan pencinta diecast, harus adu kecepatan kala melakukan perburuan. Terkadang ada yang terpaksa gigit jari karena apa yang diburunya itu keduluan “pemburu” lain. Namun Willy menepis, mengoleksi diecast bukanlah hobi yang mahal. “Harga satu miniatur bervariasi. Banyak juga yang masuk kategori harga terjangkau. Kisarannya mulai dari 50 ribu hingga jutaan rupiah,” terang kolektor yang juga pionir modifikasi diecast itu.

Sebagai hobi unik, meski tak rutin para pencinta diecast di BDC kerapkali mengadakan pertemuan seperti di seputar Jalan Astanaanyar ataupun di Hyperblast Custom Jalan Atlas Antapani, Kota Bandung. Di dunia maya, mereka pun memanfaatkan laman facebook untuk berinteraksi dan sharing informasi secara online.

Tak dipungkiri, diecast memang identik dengan mainan anak-anak. Akan tetapi tunggu dulu, koleksi semisal ini juga mampu melahirkan ikatan persaudaraan yang kuat, bisnis, desain yang artistik, kreativitas dan, tentu saja bikin “awet muda!”.

Ya, kreativitas bisa terlahir dari inovasi dan modifikasi alias custom. Miniatur-miniatur yang telah mengalami modifikasi dapat menambah nilai dan mengapungkan prestise koleksi seorang pehobi. Betapa hasil custom telah mengubah rupa diecast menjadi di luar standar dan tak sama dengan yang berlaku umum. Dengan konsep custom, pehobi dapat mewujudkan warna dan rupa mana suka. Menurut Willy, saat ini yang sedang menjadi tren adalah custom dengan handpaint dan bentuk diorama. Malah, dia prediksi keunikan dan tren ini akan terus bersemi di tahun 2017 bahkan hingga beberapa tahun ke depan.

Dari sisi nilai jual, modifikasi secara langsung mendongkrak pamor diecast secara ekonomis dan kepuasan. Kerennya lagi, modifikasi bisa dibuat sama persis dengan kendaraan pribadi ataupun transportasi-transportasi idola. Tentu saja, untuk mengaplikasikan hal tersebut diperlukan kreativitas, ketelitian dan kesabaran agar persis dengan bentuk aslinya.

Selama bertahun-tahun, pencinta diecast khususnya dari Bandung, pun telah menjalin komunikasi bahkan bisnis dengan pencinta diecast di banyak kota di Indonesia dan mancanegara. Sebut saja Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, hingga sejumlah negara dari Amerika Latin. Jalinan komunikasi dan bisnis tersebut, kata Willy, terutama dalam hal pembuatan diecast custom, baik handpaint maupun modifikasi rupa. (IA)*

Check Also

Mengenal Batik Tulis Yogyakarta

JELAJAH NUSA – Sejak dinobatkan sebagai kota batik dunia, batik tulis Yogyakarta telah berkembang pesat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

bankbjb.co.id