Home / Figure / Chef Siswoyo Suparlan, Pengalaman 12 Tahun di Timur Tengah

Chef Siswoyo Suparlan, Pengalaman 12 Tahun di Timur Tengah

dsc_1317JELAJAH NUSA – Kegigihan dan bekerja keras merupakan kunci dalam meraih kesuksesan di semua bidang apapun. Seperti Chef Siswoyo Suparlan yang sukses sebagai seorang Food & Beverage (F&B) Consultant, khususnya di menu kuliner Timur Tengah. Sebanyak 20 kreasi menu baru masakan Timur Tengah pun telah Ia ciptakan.

Kesuksesan Chef Siswoyo tidak dapat secara mudah, kegigihan dan kerja keras dilakukan sebagai kunci utama, ditambah dengan berbekal pengalaman melanglang buana di Timur Tengah. Mulai dari Negara Lebanon, Arab Saudi, Yordania, Kuwait, Israel, Qatar, termasuk Singapura. Pengalaman berharga tersebut, Ia jalani selepas menyelesaikan pendidikan S1 Manajemen Pariwisata di Universitas Air Langga, Surabaya, Jawa Timur tahun 1998 – 1999.

“Pengalaman berharga itu, tepatnya tahun 2000 setelah lulus kuliah. Saat itu saya memutuskan bekerja ke Lebanon, awalnya diterima sebagai Chief Steward (Kepala Cuci piring/Dish Washer) di Marriott Hotels Lebanon. Namun setelah tiga bulanan, saya ditarik ke FB services karena kemampuan bahasa asing yang saya miliki. Nah sejak itu karier saya berkembang dan berpindah-pindah tempat, dari Riyadh, Jeddah, Mekkah, Amman Yordan, Kuwait, Israel, dan terakhir saya di Singapura,” papar Chef yang akrab dipanggil Chef Abou Ahmad karena memiliki anak bernama Ahmad Amedras.

Pria kelahiran Kediri, 24 Agustus 1974 ini mengaku keahlian meracik menu masakan Timur Tengah didapat secara non formal dengan belajar kepada salah seorang chef di Lebanon. “Belajarnya dari Chef Subhi, kepala chef saat saya kerja di Lebanon itu. Orangnya sangat baik dan senang dengan orang Indonesia, jadi dia selalu mengajarkan saya cara memasak dan aneka menu Arabian saat ada waktu luang,” terangnya.

Puncak karier Chef Siswoyo diraih saat bekerja di Marriott Hotels Amman Yordania dan Singapura dengan jabatan sebagai Executive Chef. Setelah 12 tahun berkiprah di Timur Tengah dan Singapura, bapak dua anak ini pun kembali ke Indonesia sekitar September 2006, niatnya untuk melepas masa lajang dengan mempersunting gadis asal Purwakarta.

“Saya pulang waktu itu dan memang mau menikah dengan gadis asal Purwakarta. Nah setelah menikah saya sempat menganggur. Tapi saya tetap berusaha, yakin, dan berbekal pengalaman serta kemampuan untuk mencari pekerjaan lagi. Baru Februari 2007,  saya diterima bekerja di Restaurant Al Jazeera Cikini, Jakarta. Kemudian berlanjut dengan mengelola cabang baru di daerah Puncak Bogor dengan nama Royal Al-Jazeera Restaurant,” tukas chef yang juga piawai bernyanyi lagu-lagu Arabian.

Sejak saat itu, Chef Siswoyo banyak diminta mengelola dan memanajemeni restoran-restoran yang memiliki menu Arabian Food. Hingga akhirnya dikenal sebagai F&B Consultant di kalangan pengusaha dan pelaku dunia kuliner di Indonesia. Bahkan investor dari Timur Tengah pun memakai jasanya membuka bisnis di Indonesia, sebagai Direktur Utama PT INDO GREEN JABBAL.

Kini Chef Siswoyo mengelola Resto & Café bernama Al Baek di Jalan Dr. Setiabudi 29, Bandung yang dibuka sejak Maret 2016. Menyajikan menu Arabian Food, Indonesian Oriental, dan Western Food dengan kisaran harga mulai dari 20 ribu sampai 100 ribu ke atas. Menu andalan dan favoritnya yakni menu Fried Chicken ala Timur Tengah dan menu masakan Arab, Mandhi Lamb.

Ke depannya, Chef Siswoyo ingin membuka hingga 20 outlet dalam kurun waktu minimal 5 tahun. Di luar itu, Chef Siswoyo mengaku sedang mengelola sebatas konsultan sekitar lima restoran, tiga di Bandung dan dua berada di Singapura. Salute!*** (IG)

Check Also

GM The Kartipah Deinan R Soemantri, “Tetap di Jalur Perhotelan”

JELAJAH NUSA – Motivasi dan tekad yang bulat memang diperlukan untuk meraih sebuah cita-cita. Tak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

bankbjb.co.id